Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kandang Jepit Disiapkan, Program Inseminasi Buatan Sapi di Nagekeo Siap Dilaksanakan

(Nagekeo-MenitNusantara) Apa yang sebelumnya hanya menjadi gagasan dan kampanye tentang pentingnya peningkatan kualitas genetik ternak, kini mulai diwujudkan secara nyata di lapangan. Komunitas peternak di Lape, Kabupaten Nagekeo, yang tergabung dalam Gerakan Senator Inseminator, mulai mempersiapkan kandang jepit sebagai sarana pendukung pelaksanaan program Inseminasi Buatan (IB) yang akan digelar pada Juli 2026.

Kegiatan persiapan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komite II DPD RI sekaligus penggagas Gerakan Senator Inseminator, Angelius Wake Kako. Bersama para peternak, ia turun langsung menyiapkan fasilitas yang akan digunakan dalam proses inseminasi sapi.

Baca Juga :  PELNI Siap Sukseskan Program Stimulus Ekonomi Diskon Transportasi Tiket Kapal PELNI Hingga 30%

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen yang selama ini disampaikan Angelius mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi Inseminasi Buatan untuk meningkatkan kualitas ternak di Nusa Tenggara Timur.

Beberapa waktu lalu, Angelius mengungkapkan bahwa respons para peternak terhadap program IB sangat tinggi. Menurutnya, masyarakat sebenarnya memiliki keinginan besar untuk meningkatkan kesejahteraan melalui peternakan yang lebih produktif, namun masih terkendala keterbatasan informasi dan akses layanan inseminasi.

Baca Juga :  Bukti Janji Kampanye, AWK Apresiasi Program Makan Siang Gratis Pemerintah Prabowo Subianto

“Kita memiliki populasi ternak yang besar, tetapi kualitasnya belum tentu baik. Salah satu tantangan yang kita hadapi adalah masih terjadinya perkawinan alami yang berpotensi menyebabkan inbreeding atau perkawinan sedarah sehingga berdampak pada kualitas genetik ternak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hasil komunikasi dengan berbagai pihak menunjukkan bahwa pengembangan program Inseminasi Buatan di daerah masih menghadapi dua kendala utama, yakni terbatasnya ketersediaan semen beku dari pejantan unggul dan minimnya tenaga inseminator lapangan.

Baca Juga :  Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM Resmi Mengundurkan Diri Sebagai Uskup Bogor

Karena itu, melalui Gerakan Senator Inseminator, Angelius bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Balai Inseminasi Buatan Lembang serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berupaya memperluas edukasi sekaligus memperbanyak tenaga yang mampu mendampingi peternak dalam pelaksanaan IB.