Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

14 KK di Kampung Geo Ola Bertahan Tanpa Air Bersih, Warga Harapkan Aksi Nyata Pemerintah

(NAGEKEO-Menitnusantara.com) Krisis air bersih masih menjadi persoalan serius yang dihadapi masyarakat Kampung Geo Ola, Desa Gerodhere, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo. Hingga kini, sebanyak 14 kepala keluarga (KK) yang menempati 12 rumah di kampung tersebut masih kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Setiap hari, warga harus berjalan sekitar dua kilometer menuju sebuah embung untuk mendapatkan air. Sumber air tersebut juga digunakan oleh ternak sehingga kualitasnya kurang layak untuk dikonsumsi. Saat musim kemarau, kondisi semakin memprihatinkan karena debit air semakin berkurang dan warga harus mengantre selama berjam-jam.

Baca Juga :  Labkesda Ende Lakukan Inspeksi Sanitasi, Pemilik Warung Lalapan Sambal Cobek Minta Maaf

Ketua RT 13 Kampung Geo Ola, Yohanes Meke Wona, mengatakan masyarakat telah mengalami kesulitan air bersih selama puluhan bahkan hampir ratusan tahun. Meski demikian, mereka tetap bertahan demi menjaga kampung leluhur yang masih dihuni hingga sekarang.

“Kalau musim panas kami sangat menderita. Untuk minum, mandi, mencuci, semuanya sulit. Air yang kami ambil jaraknya sekitar dua kilometer dari embung yang juga dipakai ternak,” ujarnya kepada MenitNusantara.com.

Baca Juga :  Mahasiswa STPM Santa Ursula Ende Gelar Abdimas di Desa Liselowobora, Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Menurut Yohanes, orang tua mereka dahulu membuat resapan sederhana agar mendapatkan air yang lebih jernih. Namun, debit air yang keluar sangat kecil sehingga setiap rumah hanya mampu memperoleh sekitar lima jeriken air setiap hari.

“Untuk mendapatkan lima jeriken saja kami harus menunggu berjam-jam. Kalau kasihan dengan warga lain, kami tidak bisa mengambil lebih banyak. Kalau ingin cepat, terpaksa langsung mengambil air dari embung meski kualitasnya kurang baik,” katanya.

Baca Juga :  Opini MM Edisi 3 Membeku Dalam Halusnasi Teknokrasi : Siapa yang Mengalami Kekosongan Substantif?

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Florida Meme. Ia mengaku masyarakat sudah berkali-kali menyampaikan usulan kepada pemerintah, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. Namun hingga kini belum ada solusi nyata terkait penyediaan air bersih, jalan maupun listrik.

“Kami di sini memiliki sawah tadah hujan. Kami sudah mengajukan proposal melalui kelompok tani, tetapi tidak pernah mendapat bantuan. Mungkin pemerintah sudah lupa dengan kami,” ungkapnya.