Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Viral! Pesan Camat Ende soal Kontribusi ASN untuk Tim Bupati Cup 2026, Tegaskan Bersifat Sukarela dan Tanpa Paksaan

Camat Ende Paulus Rhera

(ENDE-Menitnusantara.com) Menjelang bergulirnya Turnamen Bupati Ende Cup 2026 antar-kecamatan yang dijadwalkan berlangsung pekan depan, sebuah pesan berantai yang diduga dikirim oleh Camat Ende, Paulus Rhera, viral di media sosial. Pesan tersebut berisi permintaan kontribusi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Kecamatan Ende sebesar Rp100 ribu per orang guna mendukung keikutsertaan tim Kecamatan Ende dalam turnamen tersebut.

Dalam pesan yang beredar melalui grup WhatsApp, Camat Ende menulis:

“Selamat sore Pak Kapus, maaf mengganggu waktunya. Berhubung ada kegiatan Turnamen Bupati Ende Cup Tahun 2026 yang akan dilaksanakan pada bulan Juli ini, sebagai Camat saya mohon bantuan kontribusi masing-masing ASN se-Kecamatan Ende sebesar Rp100 ribu per orang guna mendukung kegiatan dimaksud.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Nangapanda, PMKRI Ende Minta Polisi Tahan Mobil Bemo Artistic

Pesan tersebut kemudian menjadi perbincangan publik dan menuai beragam tanggapan.

Salah seorang warga, Herman, menyayangkan adanya permintaan kontribusi dengan nominal tertentu kepada ASN. Menurutnya, meskipun jumlah Rp100 ribu terlihat kecil, nilainya tetap berarti bagi sebagian pegawai.

“Seratus ribu mungkin terlihat kecil, tetapi uang itu bisa digunakan untuk membeli beras atau memenuhi kebutuhan sekolah anak. Apalagi di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Seharusnya tidak ada patokan nominal atau kesan memaksa bawahan untuk memberikan kontribusi,” ujarnya.

Baca Juga :  GMNI Kupang Desak Polda NTT dan Kejaksaan Negeri Manggarai Barat Transparan dalam Penyitaan dan Pelelangan BBM Subsidi Jenis Solar Tahun 2025

Herman juga mengingatkan agar pejabat tidak memanfaatkan kewenangannya untuk menekan bawahannya.

“Kami mengingatkan seluruh camat di Kabupaten Ende agar tidak menggunakan jabatan untuk memberikan tekanan kepada ASN. Kalau memang ingin membantu, biarlah sesuai kemampuan dan kerelaan masing-masing,” katanya.

Ia juga mengkhawatirkan penggalangan dana serupa akan merambah ke pemerintah desa.

Baca Juga :  Tokoh Ulayat, Pelaku UMKM dan Masyarakat Kompak Dukung Pembangunan Indomaret di Nangaroro

“Saya yakin kepala desa juga nantinya akan diminta membantu pembiayaan turnamen. Kalau itu terjadi tentu akan berdampak pada pembangunan desa, apalagi kondisi anggaran desa saat ini juga sangat terbatas. Mereka mau ambil uang dari mana?” katanya.

Menurut Herman, setiap tahun penyelenggaraan turnamen selalu membutuhkan biaya besar, sementara pemerintah desa, puskesmas, hingga ASN kecamatan harus mencari dana tambahan demi mendukung tim.

Ia juga mempertanyakan transparansi pengelolaan dana yang dikumpulkan.