Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Orangtua Minta Pemda Nagekeo Hentikan Sementara Sekolah, Keselamatan Anak Jadi Prioritas di Tengah Gempa Susulan

Reporter : Rian Nulangi Editor: Rian Nulangi

(NAGEKEO-Menitnusantara.com) Di tengah situasi pascagempa yang masih berlangsung di Kabupaten Nagekeo, sejumlah orangtua meminta Pemerintah Kabupaten Nagekeo mempertimbangkan penghentian sementara kegiatan belajar mengajar secara tatap muka bagi siswa TK, SD, hingga SMP.

Permintaan tersebut disampaikan Elias Wara. Ia menilai keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas pemerintah, terlebih aktivitas gempa susulan masih terjadi dan sejumlah bangunan, termasuk fasilitas pendidikan, dilaporkan mengalami kerusakan.

“Pemerintah harus mempertimbangkan keselamatan anak-anak karena sampai saat ini masih terjadi gempa susulan,” ujar Elias.

Menurut Elias, Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Pendidikan perlu segera mengambil langkah untuk memastikan seluruh sekolah yang akan digunakan kembali benar-benar aman bagi siswa dan tenaga pendidik.

Baca Juga :  Yulius Sesar Nonga Resmi Pimpin PKB Ende, Gantikan Abdul Kadir Mosa Basa

Ia mengusulkan agar untuk sementara proses pembelajaran dilakukan dari rumah hingga kondisi dinyatakan aman berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap bangunan sekolah dan perkembangan situasi kebencanaan di lapangan.

Gempa Utama M7,7, Susulan Masih Terjadi

Kekhawatiran orangtua tersebut muncul setelah wilayah Flores, termasuk Nagekeo, diguncang gempa kuat pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

BMKG mencatat gempa utama terjadi sekitar pukul 04.58 WITA. Hasil pemutakhiran BMKG menunjukkan gempa tersebut memiliki magnitudo M7,7, dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami sebelum kemudian dinyatakan berakhir oleh BMKG.

Setelah gempa utama, aktivitas kegempaan masih berlangsung. BMKG mencatat sebanyak 235 aktivitas gempa susulan hingga 15 Agustus pukul 14.00 WIB. Dari jumlah tersebut, terdapat gempa susulan bermagnitudo lebih dari 5 dan sejumlah gempa yang dirasakan masyarakat. BMKG juga menyebut tren aktivitas gempa susulan saat itu belum menunjukkan peluruhan yang signifikan.

Baca Juga :  Gelar Operasi Gabungan, Sat Lantas Polres Ende Jaring Puluhan Kendaran Tidak Memiliki Kelengkapan

Aktivitas tersebut masih tercatat pada Senin, 17 Agustus 2026. BMKG mencatat gempa M5,4 pada pukul 10.36 WIB dengan pusat 46 kilometer barat laut Nagekeo dan kedalaman 10 kilometer. Beberapa menit kemudian, tercatat gempa M5,1 pada pukul 10.48 WIB di sekitar 41 kilometer barat laut Nagekeo. Kedua gempa tersebut dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

BMKG dalam informasi gempanya juga mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Baca Juga :  Warga Sanggaroro Desak Penutupan Tambang PT Novita Karya Taga, Gakkum KLH Turun Verifikasi Dugaan Pelanggaran Lingkungan

Orangtua Khawatir Anak Kembali ke Sekolah

Elias mengatakan, kondisi tersebut seharusnya menjadi bahan pertimbangan pemerintah sebelum memutuskan kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung secara normal.

Selain faktor gempa susulan, menurutnya pemerintah juga harus memastikan kondisi bangunan sekolah yang terdampak. Jangan sampai siswa kembali ke sekolah sementara kondisi bangunan belum dipastikan aman.

“Jangan sampai anak-anak kembali ke sekolah, sementara kondisi bangunan sekolah belum diperiksa dan gempa susulan masih terjadi,” katanya.

Elias juga mengkritik imbauan pemerintah yang meminta masyarakat kembali ke rumah ketika sebagian warga masih merasa khawatir terhadap kondisi bangunan dan kemungkinan gempa susulan.