“Selama ini kami tidak pernah melihat laporan pertanggungjawaban penggunaan dana. Karena itu wajar jika masyarakat mempertanyakan ke mana dana tersebut digunakan,” ujarnya.
Camat: Tidak Ada Paksaan
Dikonfirmasi terpisah, Camat Ende Paulus Rhera membenarkan adanya permintaan bantuan tersebut. Namun ia menegaskan bahwa kontribusi itu murni bersifat sukarela dan tidak ada unsur pemaksaan.
“Ade, ini kita lakukan semata-mata untuk menjaga nama Kecamatan Ende. Memang kita minta bantuan semua, termasuk ASN. Kalau ada yang hanya mampu membantu Rp50 ribu atau Rp20 ribu juga tidak masalah. Tidak ada pemaksaan,” kata Paulus Rhera.

Menurutnya, permintaan bantuan tidak hanya ditujukan kepada ASN di lingkungan Kecamatan Ende, tetapi juga kepada berbagai pihak lain.
“Tidak hanya ASN. Sesepuh, masyarakat yang berada di luar daerah, pengusaha, dan mitra yang kami kenal juga kami minta bantuan. Semua ini demi nama Kecamatan Ende, bukan untuk kepentingan pribadi,” jelasnya.
Paulus juga memastikan seluruh dana yang terkumpul akan dikelola secara terbuka.
“Sebagai camat saya berkomitmen seluruh pemasukan dan pengeluaran akan dipertanggungjawabkan secara transparan demi kelancaran tim,” tegasnya.
Mengenai kesiapan tim Kecamatan Ende menghadapi Turnamen Bupati Ende Cup 2026, Paulus mengatakan persiapan telah mencapai sekitar 75 persen.
“Saat ini tinggal menyelesaikan beberapa hal teknis. Target kami tentu ingin tampil lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Selama ini Kecamatan Ende sering berhenti di babak penyisihan. Tahun ini minimal kami bisa menembus delapan besar, bahkan kalau bisa sampai final,” ujarnya optimistis.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








