(Ende-MenitNusantara.Com) Di tengah situasi pascagempa bumi yang mengguncang Flores, sebuah kisah sederhana tentang kepedulian dan keberanian seorang pemuda menjadi inspirasi.
Namanya Fransiskus Minata Jawa, pria kelahiran Malaara, Desa Romarea, Kecamatan Nangapanda. Berbekal pengalaman dan ilmu yang diperolehnya sejak duduk di bangku sekolah, Fransiskus membantu menyelamatkan seekor induk sapi milik seorang warga Watumite.
Sapi tersebut mengalami kondisi serius setelah anak sapi yang berada di dalam kandungannya mati akibat dampak gempa bumi. Dalam situasi itu, Fransiskus melakukan tindakan evakuasi untuk mengeluarkan anak sapi yang telah mati dari dalam kandungan.
Baginya, tindakan tersebut bukan perkara mudah. Dibutuhkan ketenangan, keberanian, pengalaman, serta mental yang kuat.
“Kalau tidak cepat diselamatkan, induk sapinya bisa ikut mati. Ini membutuhkan ketenangan dan mental. Kalau dokter hewan mungkin sudah biasa melakukan hal seperti ini, tetapi bagi saya ini baru pertama kali,” ujar Fransiskus.

Meski baru pertama kali menangani kondisi tersebut, Fransiskus bersyukur karena upayanya berhasil. Induk sapi tersebut dapat diselamatkan dan tetap hidup.
“Saya bersyukur induk sapinya masih hidup,” katanya.
Ilmu dari Sekolah yang Dibawa ke Tengah Masyarakat
Keseharian Fransiskus adalah bertani. Namun, di sela-sela aktivitasnya, ia juga sering membantu masyarakat di sejumlah desa yang membutuhkan pertolongan untuk hewan ternak mereka.
Mulai dari memberikan obat, melakukan penyuntikan terhadap sapi maupun babi, hingga membantu menangani hewan yang sakit, kehilangan nafsu makan, bahkan hewan yang mengalami kesulitan saat melahirkan.
Ilmu itu diperolehnya ketika menempuh pendidikan di SMK Negeri 1 Aeramo, Kabupaten Nagekeo, dengan mengambil jurusan Ruminansia.
Namun, bagi Fransiskus, ilmu tidak cukup hanya disimpan di dalam kepala atau menjadi ijazah. Setelah tamat pada 2013, ia memilih membawa pengetahuan tersebut langsung ke tengah masyarakat.
“Waktu sekolah kami belajar teori dan praktik. Setelah tamat tahun 2013, saya mulai membantu masyarakat di kampung dan kampung tetangga kalau ada yang membutuhkan. Misalnya untuk menyuntik hewan yang sakit, tidak mau makan, atau ketika ada hewan yang kesulitan melahirkan,” tuturnya.

Seiring waktu, semakin banyak masyarakat yang datang kepadanya. Tidak hanya meminta bantuan ketika hewan mereka sakit, tetapi juga berkonsultasi dan meminta pendapat mengenai kondisi ternak.
“Saya sudah banyak membantu masyarakat. Ada juga yang datang meminta pendapat atau konsultasi,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








