(ENDE-Menitnusantara.com) Bencana gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Flores beberapa waktu lalu tidak menyurutkan semangat seorang ibu guru, Lutgardis Mete. Di tengah keterbatasan di tempat pengungsian mandiri, ia tetap memilih berada di sisi anak-anak untuk memastikan mereka tidak kehilangan hak untuk belajar sekaligus mendapatkan perhatian dan dukungan setelah bencana.
Lutgardis Mete merupakan mantan Kepala Sekolah SDN Malaara, Desa Romarea, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende. Kepeduliannya terhadap anak-anak didiknya membuat ia tetap meluangkan waktu untuk mengajar siswa SDN Malaara meski suasana pengungsian masih diwarnai kekhawatiran akibat gempa dan kemungkinan gempa susulan.
Di tempat pengungsian, suasana belajar tentu jauh berbeda dengan ruang kelas. Tidak ada papan tulis yang nyaman, meja dan kursi seperti di sekolah, maupun suasana belajar yang tenang. Namun kondisi tersebut tidak menjadi alasan bagi Lutgardis untuk berhenti mendampingi anak-anak.

Ia mengajak anak-anak belajar dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Selain memberikan pelajaran sekolah, Lutgardis juga mengajak mereka bermain, bernyanyi, bercanda dan tertawa bersama.
Bagi Lutgardis, perhatian kepada anak-anak korban gempa tidak cukup hanya dengan memastikan mereka tetap mendapatkan pelajaran. Anak-anak juga membutuhkan ruang untuk kembali merasa aman, nyaman dan ceria setelah mengalami situasi yang membuat mereka takut dan cemas.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










