Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Sosialisasi Empat Pilar di Manokwari, Cheroline Dorong Kebijakan yang Berpihak pada Masyarakat Adat

Dalam konteks tersebut, Cheroline menegaskan bahwa semangat Bhinneka Tunggal Ika perlu dimaknai secara lebih substansial. Keberagaman suku, budaya, dan identitas di Papua, kata dia, bukan hambatan bagi persatuan nasional, melainkan kekayaan yang harus dihormati dan dilindungi oleh negara.

“Papua memiliki kekhasan tersendiri, baik dari sisi sosial, budaya, maupun geografis. Karena itu, pendekatan pembangunan tidak bisa diseragamkan, tetapi harus berangkat dari realitas lokal yang lebih kompleks,” papar Cheroline.

Baca Juga :  Buka Program Beasiswa, Lemondial Business School Siapkan Asrama Khusus Anak-Anak Indonesia Timur Dan Sumatera

Kegiatan sosialisasi ini diikuti tokoh adat, tokoh agama, pemuda, perempuan, serta perwakilan masyarakat sipil. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan terkait implementasi nilai-nilai kebangsaan dalam kebijakan negara.

Baca Juga :  Bertandang di Kejaksaan, PMKRI Ende Membawa Sejumlah Dokumen Dugaan Penyalahgunaan Anggaran di DPRD

Menanggapi aspirasi peserta, Cheroline menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan agar nilai-nilai kebangsaan diterjemahkan secara konkret dalam proses legislasi dan pengawasan kebijakan pemerintah. Ia menegaskan bahwa peran wakil rakyat adalah memastikan negara tetap berjalan di atas rel konstitusi dan keadilan.

Baca Juga :  Tambang Milik PT Novita Karya Taga Ancam Keselamatan Warga, Romo Fransiskus Minta Pemerintah Cabut Izin Usaha

“Sebagai wakil rakyat Papua Barat di Senayan, saya berkomitmen untuk memastikan setiap kebijakan negara sejalan dengan nilai-nilai konstitusi serta berpihak pada keadilan dan penghormatan terhadap keberagaman,” tutup Cheroline.