Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Sosialisasi Empat Pilar di Manokwari, Cheroline Dorong Kebijakan yang Berpihak pada Masyarakat Adat

Dalam konteks tersebut, Cheroline menegaskan bahwa semangat Bhinneka Tunggal Ika perlu dimaknai secara lebih substansial. Keberagaman suku, budaya, dan identitas di Papua, kata dia, bukan hambatan bagi persatuan nasional, melainkan kekayaan yang harus dihormati dan dilindungi oleh negara.

“Papua memiliki kekhasan tersendiri, baik dari sisi sosial, budaya, maupun geografis. Karena itu, pendekatan pembangunan tidak bisa diseragamkan, tetapi harus berangkat dari realitas lokal yang lebih kompleks,” papar Cheroline.

Baca Juga :  Sosialisasi 4 Pilar, Cheroline Makalew Tegaskan Masyarakat Adat Garda Terdepan Penjaga Lingkungan

Kegiatan sosialisasi ini diikuti tokoh adat, tokoh agama, pemuda, perempuan, serta perwakilan masyarakat sipil. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan terkait implementasi nilai-nilai kebangsaan dalam kebijakan negara.

Baca Juga :  Wartawan Florespos.net- Siap Maju Pikades Aeramo, Usung Semangat To'o Jogho Waga Sama

Menanggapi aspirasi peserta, Cheroline menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan agar nilai-nilai kebangsaan diterjemahkan secara konkret dalam proses legislasi dan pengawasan kebijakan pemerintah. Ia menegaskan bahwa peran wakil rakyat adalah memastikan negara tetap berjalan di atas rel konstitusi dan keadilan.

Baca Juga :  Futsal Kapolres Ende Cup 2026 Resmi Bergulir, Polri Perkuat Kebersamaan dengan Masyarakat Melalui Olahraga

“Sebagai wakil rakyat Papua Barat di Senayan, saya berkomitmen untuk memastikan setiap kebijakan negara sejalan dengan nilai-nilai konstitusi serta berpihak pada keadilan dan penghormatan terhadap keberagaman,” tutup Cheroline.