Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bupati Ende Tegaskan Keselamatan Siswa Prioritas, Tidak Pernah Perintah Penggusuran

Selain itu, proses pengurukan dan penataan lahan diwajibkan memperhatikan aspek keselamatan bangunan sekolah serta keamanan lingkungan sekitar.

Namun berdasarkan laporan awal yang diterima pemerintah daerah, pelaksanaan pekerjaan di lapangan diduga tidak sepenuhnya mengikuti arahan dan syarat yang telah diberikan. Aktivitas di lokasi disebut dilakukan tanpa koordinasi yang memadai dengan warga dan tokoh masyarakat setempat sehingga memicu keresahan dan penolakan.

Baca Juga :  Masyarakat NTT Diminta Bijak Menilai, Gubernur NTT Catat Keluhan Warga Lewat HP Saat Kunjungan Wapres

Menyikapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Ende telah meminta agar seluruh aktivitas di lokasi dihentikan sementara guna dilakukan klarifikasi, pengecekan teknis, dan dialog bersama seluruh pihak terkait.

Bupati Yosef juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Ia memastikan bahwa keselamatan peserta didik, kenyamanan proses belajar mengajar, serta perlindungan terhadap fasilitas pendidikan menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Baca Juga :  Ramadhan di Tanah Papua: Cheroline Chrisye Makalew Teguhkan Empat Pilar Kebangsaan

“Kami akan mencari solusi terbaik bersama semua pihak. Program KDMP penting untuk mendukung penguatan ekonomi desa, tetapi pelaksanaannya harus sesuai prosedur dan tidak boleh mengorbankan sekolah, anak-anak, maupun kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Labkesda Ende Lakukan Inspeksi Sanitasi, Pemilik Warung Lalapan Sambal Cobek Minta Maaf

Pemerintah Kabupaten Ende juga menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Jika ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran prosedur yang merugikan sekolah dan masyarakat, maka akan dilakukan langkah-langkah sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Rian Nulangi)