Wabup mengungkapkan hakikat dari silaturahmi yang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk merefleksi diri yakni engkau memberi kepada orang yang tidak pernah memberi apapun kepadamu. Engkau memaafkan orang yang memutuskan tali silahturahmi yang sebelumnya menjalin hubungan tali silaturahmi denganmu.
“Pedoman refleksi, saling menghargai dan menghormati antar sesama; Menghargai perbedaan budaya, adat istiadat dan agama; Hidup rukun dengan sesama, saling menolong satu dengan yang lainnya,” ungkap Wabup.
Wabup menegaskan keragaman bukan untuk dibanding-bandingkan, juga bukan dijadikan alasan untuk mendiskriminasikan satu dengan yang lainnya. Dengan demikian, buah manis hikmat Idul Fitri menjadi sempurna yaitu merajut persaudaraan serta perekat yang membuahkan tali persaudaraan.
“Memuliakan manusia adalah memuliakan penciptanya, merendahkan dan menistakan manusia berarti merendahkan dan menistakan penciptanya. ” Merawat toleransi dengan moto budaya kita _to’o jogho waga sama_” ungkapnya.
Usai memberikan sambutan, Wakil Bupati menyalami umat Muslim dilanjutkan dengan foto bersama. Pelaksanaan Sholat Ied 1446 tahun 2025 itu terpantau aman dan kondusif. (Tim)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
