Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Buka SPMB Tahun Akdemik 2026/2027, Stikes Nusantara Kupang Gratiskan Leptop Bagi Mahasiswa Baru 

(Kupang-Menitnusantara.com) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes Nusantara Kupang Buka SPMB Tahun Akademik 2026/2027, Stikes Nusantara Kupang Buka SPMB Tahun Akademik 2026/2027, Stikes) Nusantara Kupang kembali membuka Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) untuk Tahun Akademik 2026/2027. Kampus ini menawarkan empat program studi yang seluruhnya telah terakreditasi, dengan salah satu unggulan yakni S1 Ilmu Gizi yang meraih predikat “baik sekali”.

Ketua Panitia SPMB Stikes Nusantara Kupang, Almendho Bernands Elyan Lenggu, menjelaskan bahwa pembukaan SPMB tahun ini menjadi momentum penting setelah rampungnya proses akreditasi Program Studi S1 Ilmu Gizi.

Baca Juga :  Kawasan Ndao Di Antara Amis Garam dan Dinginnya Meja Birokrasi

Menurutnya, prodi S1 Ilmu Gizi di Stikes Nusantara Kupang merupakan satu-satunya program sarjana gizi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah terakreditasi dengan predikat baik sekali.

“Di NTT memang ada beberapa prodi gizi, tetapi belum sampai jenjang sarjana. Kami menjadi satu-satunya prodi S1 Gizi yang sudah terakreditasi baik sekali,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Baca Juga :  Elegi Diatas Sempadan: Ketika Ambisi dan Ego Bupati dan Ibu Cicit Badeoda Menjadi Penjara Nurani 

Stikes Nusantara Kupang yang berdiri sejak 2009 kini memiliki empat program studi, yakni S1 Keperawatan, D3 Kebidanan, S1 Ilmu Gizi, dan Profesi Ners. Seluruh program tersebut telah mengantongi status akreditasi.

Selain keunggulan akademik, kampus ini juga menekankan praktik lapangan bagi mahasiswa. Pihak kampus telah menjalin kerja sama dengan berbagai rumah sakit di Kota Kupang, sehingga mahasiswa memiliki kesempatan luas untuk melakukan praktik klinis.

Baca Juga :  Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Anggota DPR RI Cheroline Makalew Ajak Milenial di Manokwari Amalkan Pancasila

Mahasiswa bahkan telah diperkenalkan dengan dunia praktik sejak awal perkuliahan. Pada semester pertama, mahasiswa mulai melakukan orientasi di puskesmas dan klinik. Selanjutnya pada semester tiga, mereka mendapatkan pengenalan laboratorium, hingga akhirnya praktik di rumah sakit pada semester tingkat atas.