Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dr. Capt. Sonny Paago: Putra Ende yang Mengarungi Dunia, Membangun Negeri dari Laut hingga Pelayanan Iman

Reporter : Rian Nulangi Editor: Tim
Ketua DPP FP NTT Adi Ndale

(Kupang-Menitnusantara.com) Di balik geliat industri penyeberangan nasional, tersimpan kisah inspiratif seorang putra asal Ende, Nusa Tenggara Timur, yang mendedikasikan hidupnya untuk laut, dunia usaha, dan pelayanan rohani. Sosok itu adalah Dr. Capt. Sonny Paago, M.Mar., seorang kapten kapal, pengusaha pelayaran, sekaligus tokoh rohani yang dikenal luas karena dedikasinya kepada bangsa.

Perjalanan hidup Sonny Paago dimulai dari dek kapal. Sebagai pelaut sipil, ia mengarungi berbagai samudra dunia, mengumpulkan pengalaman dari berbagai negara dan budaya. Dunia pelayaran bukan sekadar profesi baginya, melainkan sekolah kehidupan yang membentuk karakter kepemimpinan, disiplin, dan keberanian menghadapi tantangan.

Baca Juga :  Kawasan Ndao Di Antara Amis Garam dan Dinginnya Meja Birokrasi

Bekal pengalaman tersebut mendorongnya mendirikan PT Putera Master Sarana Penyeberangan pada tahun 1981. Berawal dari perusahaan kecil, Sonny Paago perlahan membangun usahanya hingga berkembang menjadi salah satu perusahaan pelayaran penyeberangan yang diperhitungkan di Indonesia melalui armada SP Ferry.

Baca Juga :  Tokoh Ulayat, Pelaku UMKM dan Masyarakat Kompak Dukung Pembangunan Indomaret di Nangaroro

Di bawah kepemimpinannya, perusahaan tidak hanya berkembang secara bisnis, tetapi juga berkontribusi besar dalam memperkuat konektivitas antarpulau di Indonesia. Kapal-kapal SP Ferry melayani berbagai lintasan strategis yang menjadi urat nadi distribusi barang, mobilitas masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah kepulauan.

Baca Juga :  Dipo Nusantara Soroti Ketimpangan Data Limbah B3 dan Tata Kelola FABA PLTU
Ketua DPP FP NTT Adi Ndale bersama . Capt. Sonny Paago, M.Mar., seorang kapten kapal, pengusaha pelayaran, sekaligus tokoh rohani yang dikenal luas karena dedikasinya kepada bangsa.

Bagi Sonny Paago, laut bukan sekadar jalur transportasi, melainkan perekat persatuan bangsa. Karena itu, ia aktif menyuarakan pentingnya pembangunan sektor maritim dan terlibat dalam berbagai organisasi kemaritiman. Pengalaman panjangnya sebagai pelaut dan pengusaha menjadikan pandangannya kerap menjadi rujukan dalam berbagai diskusi mengenai masa depan maritim Indonesia.