Jhoni juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu membudidayakan porang karena peluang pasarnya masih terbuka lebar.
“Kami mengajak para petani memanfaatkan lahan kosong untuk menanam porang. Jangan takut menanam porang karena kebutuhan bahan baku masih sangat besar dan pasarnya sudah ada,” ujarnya.
Salah seorang petani porang asal Desa Romarea, Mikeal Edo Asa, mengaku merasakan langsung manfaat ekonomi dari budidaya porang. Ia mengaku awalnya sempat ragu saat komoditas tersebut mulai diperkenalkan di Ende.

“Awalnya saya masih ragu ketika porang mulai dicari di Ende. Namun setelah ada perusahaan yang membeli hasil panen, saya semakin yakin. Saat ini saya sudah hampir tiga kali panen, dan beberapa hari lalu saya baru saja mengantar hasil panen langsung ke perusahaan,” ungkapnya.
Menurut Mikeal, hasil penjualan porang telah membantu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
“Puji Tuhan, dari hasil panen porang saya bisa memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai pendidikan anak. Porang sangat menjanjikan bagi petani,” tuturnya.
Kehadiran PT SAKI di Kabupaten Ende diharapkan dapat menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat, sekaligus mendorong pemanfaatan lahan-lahan kosong untuk budidaya porang yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












