Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Judi Berkedok Pasar Malam Diduga Marak di Lapangan Hanura Danga, Warga Minta Penertiban

(NAGEKEO-MenitNusantara) Berbagai jenis permainan yang diduga mengandung unsur perjudian ditemukan dalam kegiatan pasar malam yang berlangsung di Lapangan Hanura, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

Berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun media ini, sejumlah permainan yang menawarkan hadiah berdasarkan faktor keberuntungan tampak beroperasi di lokasi tersebut. Salah satunya adalah permainan rolet (roulette), yakni permainan yang menggunakan roda berputar dan bola kecil untuk menentukan hasil permainan.

Baca Juga :  MATINYA MARHAENISME DI KOTA PANCASILA?

Selain rolet, terdapat pula sejumlah permainan lain seperti lempar gelang, lempar bola, bola gila, tebak angka, dan berbagai permainan lainnya yang menawarkan hadiah kepada peserta melalui mekanisme untung-untungan.

Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan bahwa kegiatan pasar malam tersebut telah berlangsung selama kurang lebih dua minggu. Sejumlah warga bahkan menduga adanya pihak tertentu yang memberikan perlindungan terhadap aktivitas tersebut. Namun demikian, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut dari pihak berwenang.

Baca Juga :  Opini MM Edisi 3 Membeku Dalam Halusnasi Teknokrasi : Siapa yang Mengalami Kekosongan Substantif?

Salah seorang warga sekitar Lapangan Hanura yang enggan disebutkan identitas lengkapnya, Marsel, mengaku merasa terganggu dengan keberadaan pasar malam tersebut.

“Kami meminta agar permainan-permainan itu segera dihentikan karena sangat mengganggu kenyamanan warga yang tinggal di sekitar lapangan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Ende Banyak Kejanggalan, Begini Komentar Kepala Desa

Menurut Marsel, selain menimbulkan kebisingan hingga larut malam, sejumlah permainan yang beroperasi diduga memiliki unsur perjudian.

“Peserta menukarkan uang dengan kupon atau barang tertentu untuk bermain. Hadiah yang diperoleh kemudian bisa ditukar kembali dengan uang. Karena itu kami menilai ada unsur perjudian di dalamnya,” katanya.

Salah satu pemain membeli kupon