Dalam forum tersebut, para peserta sepakat bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan para pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan produktivitas peternakan di NTT.

Melalui bantuan 3.000 dosis semen beku tersebut, program inseminasi buatan diharapkan dapat berjalan lebih masif sehingga mampu meningkatkan populasi ternak sapi, mendukung ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan peternak di seluruh wilayah NTT.
Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada Angelius Wake Kako yang telah berperan aktif menjembatani kebutuhan daerah dengan pemerintah pusat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Angelius Wake Kako selaku Pimpinan Komite II DPD RI yang telah memperjuangkan dan memfasilitasi bantuan ini. Dukungan seperti ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat pengembangan peternakan sapi di NTT dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat peternak,” kata Melki.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi NTT siap mengoptimalkan pemanfaatan bantuan tersebut melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, dinas teknis, serta para petugas inseminator di lapangan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para peternak.
Melki berharap bantuan tersebut menjadi langkah awal yang mendorong pengembangan peternakan sapi yang lebih maju dan berkelanjutan di NTT. Dengan dukungan berbagai pihak, sektor peternakan diyakini mampu menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












