Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Aktivis PMKRI Ajak Warga Nagekeo Manfaatkan Lahan Tidur, Siap Jadi Pemasok Program MBG

(NAGEKEO-MenitNusantara.com) Di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan, masyarakat Kabupaten Nagekeo diajak untuk lebih bijak dalam mengelola kebutuhan rumah tangga dengan memanfaatkan lahan pekarangan dan lahan tidur untuk menanam berbagai komoditas pangan.

Ajakan tersebut disampaikan oleh Vera Aja. Menurutnya, menanam sayuran dan tanaman pangan di pekarangan rumah merupakan langkah sederhana namun memiliki dampak besar bagi ketahanan pangan keluarga.

Baca Juga :  14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

“Menanam bukan hanya soal panen, tetapi juga tentang kemandirian. Ketika harga kebutuhan pokok naik, setidaknya kita masih memiliki hasil dari kebun sendiri untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar Vera Aja yang juga mantan Ketua PMKRI Cabang Kupang.

Ia mengatakan, berbagai jenis tanaman seperti bayam, kangkung, sawi, cabai, tomat, hingga terong dapat ditanam di lahan yang terbatas. Bahkan, masyarakat tidak perlu menunggu memiliki lahan yang luas untuk memulai bercocok tanam.

Baca Juga :  Logika Dinding Tembok dan Dialog Formalistik : Mengapa Nalar dan Nurani Bukan Sekedar Kosmetik Kebijakan

“Mulailah dari beberapa polybag, pot bekas, atau sudut pekarangan yang masih kosong. Hari ini menanam, esok menikmati hasilnya. Sedikit demi sedikit langkah kecil ini dapat membantu mengurangi pengeluaran keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan rumah tangga,” katanya.

Vera juga menyoroti masih banyaknya lahan tidur di Kabupaten Nagekeo yang belum dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama, terutama di tengah hadirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Sosialisasi Empat Pilar di Manokwari, Cheroline Dorong Kebijakan yang Berpihak pada Masyarakat Adat

“Di Nagekeo masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan. Mari kita tanam dan produktifkan. Apalagi sekarang ada Program MBG. Petani lokal harus menjadi pemasok utama kebutuhan dapur MBG,” tegasnya.