Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Rencana Indomaret di Nangaroro Tuai Penolakan, Pelaku UMKM Minta Dipindah ke Ibu Kota Kabupaten

Meski mendukung investasi dan pembangunan daerah, para pelaku UMKM yang hadir secara tegas menolak pembangunan Indomaret di Kelurahan Nangaroro. Mereka menilai kondisi ekonomi masyarakat yang sedang melemah dan terbatasnya skala pasar di wilayah tersebut berpotensi membuat usaha kecil semakin tertekan.

Salah satu pelaku usaha, Pratasius Ndore, menyatakan bahwa keberadaan Indomaret akan berdampak langsung terhadap usaha kecil yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Baca Juga :  Titah Sang Bupati di Bawah Panji Otoritarianisme : Ketika Kritik Dicap Provokasi

“Wilayah Nangaroro relatif kecil dan daya beli masyarakat sedang menurun. Kehadiran Indomaret akan berdampak langsung terhadap usaha-usaha kecil yang sudah ada,” ujarnya.

Penolakan serupa disampaikan tokoh muda Nangaroro, Berto Toa. Menurutnya, omzet penjualan kios-kios kecil saat ini sudah mengalami penurunan sehingga kehadiran pasar modern dikhawatirkan semakin mempersempit ruang usaha UMKM.

Kekhawatiran juga datang dari pelaku usaha lain yang masih memiliki tanggungan pinjaman perbankan. Mereka menilai persaingan dengan toko modern dapat mengancam kemampuan UMKM dalam mempertahankan usahanya.

Baca Juga :  Dukung Tim Persena Nagekeo di ETMC XXXlll, Wakil Bupati Minta Junjung Tinggi Sportivitas

Meski demikian, para pelaku UMKM menegaskan bahwa mereka tidak menolak investasi maupun pembangunan daerah. Mereka bahkan mendukung kehadiran Indomaret apabila dibangun di wilayah lain yang memiliki cakupan pasar lebih besar atau di ibu kota Kabupaten Nagekeo.

Baca Juga :  PELNI Siap Sukseskan Program Stimulus Ekonomi Diskon Transportasi Tiket Kapal PELNI Hingga 30%

Pada akhir kegiatan, masyarakat meminta pemerintah dan PT Indomarco Prismatama mempertimbangkan secara matang dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul sebelum mengambil keputusan terkait pembangunan gerai Indomaret di Kelurahan Nangaroro.

Sosialisasi berlangsung tertib dan dialogis. Seluruh masukan, aspirasi, serta keberatan yang disampaikan masyarakat diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi pihak perusahaan dan pemerintah dalam menentukan langkah selanjutnya.