Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Heribertus Gani Ajak Warga Nangapanda Jadikan Turnamen Voli sebagai Momentum Bangkit Pascagempa

Reporter : Rian Nulangi Editor: Tim

(ENDE-MenitNusantara.Com) Rangkaian kegiatan menyongsong 75 tahun atau Pesta Intan Paroki St. Eduardus Nangapanda terus bergulir. Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian umat dan masyarakat adalah turnamen bola voli tingkat TPAPT Komunio yang digelar sebagai bagian dari rangkaian menuju perayaan puncak pada 15 November 2026 mendatang.

Pesta Intan Paroki St. Eduardus Nangapanda mengusung tema “Tau Timba Tato Menuju Gereja Paroki St. Eduardus Nangapanda yang Mandiri, Solider, Misioner dan Ekologis.”

Rangkaian kegiatan telah diawali dengan Misa Pencanangan Intan Paroki pada 13 Oktober 2025. Setelah itu, panitia melaksanakan berbagai kegiatan, di antaranya penanaman anakan kakao dan mahoni di Kebun Paroki dan Kebun Keuskupan, sepak bola mini antarl ingkungan, lomba baca Kitab Suci, kuis Kitab Suci, lomba mazmur, serta seminar.

Baca Juga :  Tiga ASN NTT Gugur di Papua, Negara Jangan Diam: Usut Tuntas dan Tegakkan Keadilan

Ketua Panitia Pesta Intan 75 Tahun Paroki St. Eduardus Nangapanda, Heribertus Gani, dalam sambutannya mengatakan seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan merupakan bagian dari perjalanan bersama umat dalam menyambut momentum bersejarah bagi Paroki St. Eduardus Nangapanda.

“Kita telah melalui beberapa kegiatan dalam rangka pesta 75 tahun paroki kita dengan berbagai kegiatan. Dan pada acara puncak ini kita menggelar turnamen bola voli tingkat se-TPAPT,” ujar Heribertus.

Menurutnya, pelaksanaan turnamen tersebut memiliki makna yang lebih luas dari sekadar pertandingan olahraga. Apalagi kegiatan sempat mengalami penundaan akibat bencana gempa yang melanda wilayah kita beberapa waktu lalu.

“Walaupun dalam suasana gempa dan turnamen ini sempat tertunda akibat gempa beberapa waktu lalu, malam ini kita bisa berada di sini. Semuanya karena cinta kasih dan persaudaraan,” katanya.

Baca Juga :  Klasemen F1 2019 Usai Bottas Menangi GP Australia

Heribertus mengatakan, turnamen bola voli diharapkan mampu membangkitkan semangat, khususnya bagi generasi muda. Kehadiran sejumlah pemain dari luar daerah juga diharapkan menjadi kesempatan bagi anak-anak muda Nangapanda untuk belajar dan mengembangkan kemampuan mereka.

“Turnamen ini selain membangkitkan semangat kita, terlebih khusus orang muda, juga menjadi momentum bagi anak-anak kita untuk belajar. Karena turnamen ini menghadirkan banyak pemain dari luar daerah, salah satunya pemain Pra-PON. Ini sekaligus menjadi media pembelajaran,” jelasnya.

Selain membangun semangat olahraga, Heribertus menyebut kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemulihan psikologis masyarakat setelah gempa.

“Setelah gempa yang baru terjadi beberapa waktu lalu, ini juga menjadi momentum untuk menghilangkan trauma atau trauma healing,” ungkapnya.

Ia mengajak seluruh peserta untuk tidak menjadikan kemenangan maupun kekalahan sebagai tujuan utama. Menurutnya, turnamen harus menjadi ruang untuk membangun relasi, mempererat persaudaraan dan memperkuat semangat gotong royong.

Baca Juga :  Kapolres Ende Siap Lepas 18 Petinju Muda Sasana Kaki Lena Hils Ende Berlaga di Turnamen Antar Sasana se - Flores Lembata

“Tim yang kalah dan menang itu hal biasa dalam sebuah turnamen. Jadikan momentum ini untuk kita saling mengenal satu sama lain, membangun kebersamaan, semangat kekeluargaan dan semangat gotong royong,” pesannya.

Heribertus juga mengajak seluruh umat untuk tetap menjaga kekompakan hingga puncak perayaan Pesta Intan Paroki St. Eduardus Nangapanda.

Saya berharap kehadiran pemain-pemain dari luar daerah dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Nangapanda untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.

“ini menjadi momentum kita bisa belajar dari orang lain, mudah-mudahan dengan adanya pemain dari luar ini bisa menghadirkan pemain Nangapanda yang hebat,” harapnya.