Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Rohani  

Refleksi Bulan Rosario : Ketulusan Ditengah Keterbatasan Menjadi Bonus Berkat yang Melimpah

Reporter : rian nulangi Editor: Tim

Merenungkan Rosario berarti berjalan bersama Maria menyusuri lorong-lorong kehidupan Yesus. Dalam Misteri Sedih, kita melihat bagaimana ketulusan Anak Manusia dikhianati oleh ciuman Yudas, dicambuk oleh kebiadaban manusia, dan dieksploitasi oleh sistem kekuasaan yang korup. Yesus tidak membalas kelicikan dengan kelicikan. Ia tetap melangkah dalam ketulusan kasih hingga tetes darah penghabisan di kayu salib.

Rosario mengajarkan kita bahwa ketulusan bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan ilahi yang terselubung. Di balik setiap tetes air mata karena ketulusan yang disia-siakan manusia, Allah sedang merajut rencana-Nya yang agung.

Bonus Berkat yang Melimpah ; Janji yang Tak Pernah Ingkar

Baca Juga :  Kapolres Ende Tebar Kepedulian, Purnawirawan dan Penyandang Disabilitas Terima Bantuan Sosial

Manusia boleh saja salah menilai dan memanfaatkan ketulusan kita. Rekan kerja, sahabat, atau bahkan orang terdekat mungkin meremehkan kemurnian niat kita. Namun, hukum surgawi bekerja dengan cara yang sangat berbeda dari hitung-hitungan dunia.

Ketulusan yang dipersembahkan dalam doa dan kesunyian tidak pernah luput dari pandangan mata Bapa. Ketika kita bertahan dalam ketulusan meskipun tersakiti, Allah melimpahkan apa yang kita sebut sebagai bonus berkat:

Kedamaian Jiwa yang Tak Terbeli: Orang yang licik hidup dalam ketakutan akan kebohongannya sendiri. Sebaliknya, orang yang tulus memiliki hati yang bening, tidur dengan nyenyak, dan dikaruniai damai sejahtera yang melampaui segala akal.

Baca Juga :  Peduli Rumah Ibadah Terdampak Gempa, Kapolda NTT Bantu Renovasi Masjid At-Taqwa

Pemulihan Martabat: Seperti halnya Maria yang diangkat ke surga dengan kemuliaan, Allah senantiasa mengangkat martabat anak-anak-Nya yang tulus pada waktu yang tepat. Ia membalikkan keadaan dan memulihkan apa yang telah dirampas oleh kelicikan dunia.

Penyertaan yang Hidup: Doa Rosario menjadi jangkar. Di saat dunia terasa curang, rahmat Tuhan mengalir deras melalui relasi-relasi baru yang tulus, keluarga yang diberkati, dan kekuatan batin yang membuat kita tetap mampu mengampuni.

Menutup Bupan Rosario dengan Hati Yang Baru

Baca Juga :  Berbekal Pengalaman di Pemerintahan Desa, Flavianus Jaga Siap Maju Pilkades Utetoto

Seiring berakhirnya untaian doa di bulan suci ini, mari kita letakkan segala kepedihan, kekecewaan karena dimanfaatkan, dan luka batin di kaki altar Bunda Maria. Jangan pernah biarkan dunia yang penuh pamrih meracuni kemurnian hati kita.

Tetaplah menjadi pribadi yang tulus, mencintai tanpa syarat, dan memberi tanpa menuntut balas. Sebab pada akhirnya, hidup ini bukan tentang seberapa banyak kita dikelabui oleh manusia, melainkan seberapa berkenan hati kita di hadapan Sang Pencipta.

Bunda Maria, teladan ketulusan sejati, doakanlah kami agar senantiasa setia merajut kasih dalam setiap derap langkah hidup kami. Amin

Sumber: Menitnusantara.com