Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

AWK Dorong Pemerintah Beri Perhatian Khusus bagi Ibu Hamil dan Bayi Pascagempa Flores

Reporter : Rian Nulangi Editor: Rian Nulangi
Ket Foto : AWK saat mengunjungi warga terdampak gempa di Desa Uludula, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende

Menurutnya, kebutuhan seperti obat-obatan, pemeriksaan kehamilan, pelayanan bagi bayi dan balita, serta dukungan psikososial bagi warga yang mengalami trauma harus menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana.

Ia juga mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah memperkuat koordinasi dalam penanganan darurat bencana di seluruh wilayah Flores. Pendataan masyarakat terdampak, lanjutnya, harus dilakukan secara akurat agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Baca Juga :  "Rencana Pembanguanan Gerai Indomaret di Nangaroro: Antara Cahaya Investasi dan Bayang-Bayang Ekonomi Rakyat"

“Jangan sampai ibu hamil, bayi dan balita menjadi kelompok yang terlewatkan dalam penanganan bencana. Mereka harus menjadi prioritas,” tegas AWK.

Ket Foto : AWK saat mengunjungi warga terdampak gempa di Desa Uludula, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende

Senator asal Nusa Tenggara Timur itu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu warga yang terdampak gempa. Dalam situasi darurat, menurutnya, solidaritas dan semangat gotong royong menjadi kekuatan penting untuk membantu masyarakat melewati masa sulit.

Baca Juga :  Dituding Kelola Dapur MBG, Anggota DPRD Ende Silvia Indradewa: Itu Milik Suami Saya yang Ketua Kadin

AWK berharap pemerintah segera memastikan masyarakat memperoleh rasa aman, kebutuhan dasar terpenuhi, serta pelayanan kesehatan dan perlindungan bagi kelompok rentan dapat berjalan secara optimal selama masa tanggap darurat hingga kondisi Flores berangsur pulih.

Baca Juga :  Dari 4 Pilar ke Makna Natal : Cheroline Makalew Tekankan Peran Keluarga dalam Menjaga Persatuan Bangsa

“Yang paling penting sekarang adalah keselamatan masyarakat. Pemerintah harus hadir dan memastikan tidak ada satu pun warga terdampak yang merasa sendirian menghadapi bencana ini,” pungkasnya.