Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Peduli Pendidikan di Ende, SMK Kunci Ilmu Gratiskan Uang Sekolah 

Ket Foto : Laili Qudriana Ketua Pembina Yayasan Kunci Ilmu Ende

(ENDE – MenitNusantara) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kunci Ilmu kabupaten Ende yang berada dibawah Naungan Yayasan Kunci Ilmu saat ini melakukan terobosan dengan tidak melakukan pungutan biaya apapun bagi siswa. Hal itu disampaikan Kepala Sekolah, Ernawati kepada media ini di sela kegiatan senam pagi. Jumad, 06/02/2026)

“Kita di Sekolah Menengah Kejuruan Kunci Ilmu di bawah Naungan Yayasan Kunci Ilmu menerapkan kebijakan sekolah gratis bagi siswa. Hal ini merupakan komitmen Yayasan bersama kami pihak pengelola sekolah di tengah masih banyak anak anak putus sekolah akibat terkendala biaya.

Baca Juga :  Bunda Julie Dan Thomas Dosi Woda Kader DPD Partai Nasdem Kabupaten Ende Bantu Semen 70 Sak di Lio Timor

Selain sekolah gratis, SMK Kunci Ilmu Ende saat ini terakreditasi B dengan memiliki tiga jurusan yaitu Perawat, Farmasi, dan Perikanan terus melakukan upaya untuk meningkatkan keterampilan siswa dengan terlibat dalam berbagai kegiatan seperti intarkurikuler dan ekstrakurikuler.

Baca Juga :  GMNI Kupang Desak Polda NTT dan Kejaksaan Negeri Manggarai Barat Transparan dalam Penyitaan dan Pelelangan BBM Subsidi Jenis Solar Tahun 2025

“Alhamdulillah sudah dua angkatan yang tamat dari sekolah ini. Walaupun baru, tapi ada berapa karya yang di hasilkan dari sekolah ini yang sudah dipamerkan baik di tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi.

Sementara itu Ketua Pembina Yayasan Kunci Ilmu, Laili Qudriana, membenarkan bahwa Yayasan dan pihak sekolah telah melakukan program pendidikan gratis karena baginya pendidikan tidak seharusnya menjadi sumber tekanan psikologis bagi anak, apalagi memicu rasa putus asa akibat kemiskinan keluarga.

Baca Juga :  Di Tengah Efisiensi, SMK Kunci Ilmu Ende Jamin Pendidikan Gratis

Dalam dua tahun terakhir, yayasan pengelola sekolah memutuskan untuk menggratiskan seluruh biaya pendidikan. Kebijakan ini diambil setelah melihat langsung kondisi sosial masyarakat sekitar yang kesulitan membiayai pendidikan anak.