Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

GMNI Kupang Dorong Kampus Beri Keringanan bagi Mahasiswa Terdampak Gempa

Reporter : Rian Nulangi Editor: Tim

Ketua DPC GMNI Kupang, Jacson Marcus, menegaskan bahwa dalam situasi bencana, keberpihakan terhadap mahasiswa dan masyarakat terdampak harus menjadi perhatian bersama.

«“Kami berharap pihak universitas dapat mengambil kebijakan yang berperikemanusiaan dan memberikan ruang bagi mahasiswa terdampak untuk tetap melanjutkan pendidikan tanpa terbebani oleh situasi yang sedang mereka hadapi. Bencana bukan hanya persoalan kehilangan tempat tinggal, tetapi juga menyangkut keberlangsungan masa depan generasi muda,” ujar Jacson Marcus.»

Baca Juga :  Merdeka di Atas Puing: Refleksi Kemerdekaan di Tengah Reruntuhan dan Air Mata Korban Gempa NTT

Menurut Jacson, perhatian terhadap mahasiswa terdampak tidak cukup hanya dalam bentuk bantuan kemanusiaan, tetapi juga harus diwujudkan melalui kebijakan yang mampu memastikan mereka tetap memiliki akses terhadap pendidikan.

GMNI Kupang juga telah menyurati sejumlah perguruan tinggi di Kota Kupang untuk meminta perhatian serta informasi terkait kondisi mahasiswa yang terdampak gempa. Surat tersebut sekaligus menjadi upaya untuk mengetahui langkah dan kebijakan yang akan diberikan masing-masing perguruan tinggi terhadap mahasiswa terdampak.

Baca Juga :  Gubernur NTT Melkiades Laka Lena: Wisuda Bukan Akhir, Saatnya Pulang dan Membangun Daerah

Dari proses pendataan sementara yang dilakukan GMNI Kupang melalui Google Form, tercatat sekitar 400 mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Kota Kupang dan terdampak bencana gempa.

GMNI Kupang menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring dengan berlangsungnya proses pendataan.

Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi mahasiswa terdampak, sekaligus menjadi dasar bagi GMNI Kupang dalam menyampaikan aspirasi kepada pihak kampus maupun pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga :  Yayasan Al Nuar Damai Sejahtera Siap Bangun Dapur MBG di Pulau Ende

GMNI Kupang berharap pendataan tersebut dapat mendorong lahirnya kebijakan konkret, berkeadilan, dan berorientasi pada kemanusiaan, sehingga mahasiswa yang terdampak bencana tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus kehilangan kesempatan akibat kondisi yang berada di luar kendali mereka.

Bagi GMNI Kupang, keberlanjutan pendidikan mahasiswa di tengah situasi bencana merupakan bagian penting dari upaya menjaga masa depan generasi muda NTT.

Sumber: Menitnusantara.com