Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

AWK Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Nagekeo, Dorong Pemerintah Percepat Penanganan

Reporter : Rian Nulangi Editor: Rian Nulangi

“Semua dampak akibat gempa harus didata dengan baik. Rumah-rumah yang rusak harus dicatat, termasuk kondisi masyarakat yang terdampak. Jangan sampai ada warga yang terdampak tetapi tidak masuk dalam pendataan,” tegasnya.

Menurut AWK, data yang akurat sangat penting karena akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kebutuhan bantuan serta program rehabilitasi dan rekonstruksi.

Gempa Susulan Masih Perlu Diwaspadai

Sementara itu, masyarakat Nagekeo dan wilayah Flores diminta tetap waspada terhadap aktivitas gempa susulan.

BMKG mencatat gempa utama berkekuatan M7,7 terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB dengan pusat gempa sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo. BMKG kemudian mencatat ratusan aktivitas gempa susulan setelah gempa utama tersebut. Hingga pukul 14.00 WIB pada 15 Agustus, BMKG mencatat 235 aktivitas gempa susulan, termasuk 23 kejadian dengan magnitudo di atas 5 dan 59 gempa yang dirasakan masyarakat.

Baca Juga :  Bangun KDKMP, Ketua Satgas FP NTT Kecam Dugaan Pengerusakan SDN Wolomoni

Aktivitas gempa masih tercatat setelah kejadian utama. Pada 17 Agustus 2026, misalnya, BMKG mencatat gempa M5,4 sekitar 46 kilometer barat laut Nagekeo pada pukul 10.36 WIB dan gempa M5,1 sekitar 41 kilometer barat laut Nagekeo pada pukul 10.48 WIB. Kedua gempa tersebut dinyatakan tidak berpotensi tsunami, namun BMKG tetap mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap kemungkinan gempa susulan.

BMKG sebelumnya juga telah mengakhiri peringatan dini tsunami pascagempa M7,7 pada 15 Agustus 2026. Namun, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang sekaligus waspada karena aktivitas gempa susulan masih berlangsung.

Baca Juga :  The Dudes Minus One Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Dhawe

Karena itu, masyarakat yang berada di wilayah terdampak diimbau tidak panik, tetapi tetap memperhatikan informasi resmi BMKG dan pemerintah daerah. Warga yang berada di bangunan yang mengalami kerusakan juga perlu mengutamakan keselamatan dan tidak kembali ke bangunan sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Pemerintah Didorong Percepat Pemulihan

AWK berharap pemerintah tidak hanya fokus pada masa tanggap darurat, tetapi segera mempersiapkan langkah pemulihan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan ketersediaan pangan, air bersih, tempat tinggal sementara, pelayanan kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya. Setelah proses asesmen selesai, pemerintah juga perlu menyiapkan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi bagi rumah maupun fasilitas umum yang mengalami kerusakan.

Baca Juga :  Retorika "Ruang Publik" dan Ilusi Gerobak: Menguliti Standar Ganda di Pesisir Ende

“Yang paling penting sekarang adalah keselamatan masyarakat. Data harus jelas, kebutuhan masyarakat harus diketahui dan pemerintah harus bergerak cepat. Kita akan terus mendorong agar penanganan ini tidak berhenti pada bantuan awal, tetapi berlanjut sampai masyarakat benar-benar pulih,” kata AWK.

AWK juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban serta seluruh masyarakat yang mengalami kerugian akibat bencana gempa bumi tersebut.

“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah ini. Kepada seluruh masyarakat, tetap waspada dan selalu mencari lokasi yang aman,” ungkapnya.