Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Ketika Peluit Kehilangan Wibawa, Kepercayaan Publik Ikut Terkikis

Reporter : Rian Nulangi Editor: Tim

Kepercayaan adalah modal utama seorang wasit. Sekali publik menilai bahwa keputusan lebih dipengaruhi kepentingan daripada aturan, maka setiap peluit akan dipertanyakan. Akibatnya, emosi pemain meningkat, protes semakin keras, dan potensi konflik pun semakin besar.

Karena itu, penyelenggara Piala Bupati Ende Cup 2026 perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap perangkat pertandingan. Penempatan wasit harus benar-benar mempertimbangkan kompetensi, integritas, dan profesionalisme. Jika diperlukan, libatkan pengawas pertandingan yang independen serta lakukan evaluasi terhadap setiap pertandingan sebagai bentuk akuntabilitas.

Baca Juga :  Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polres Ende Gelar Donor Darah dan Siapkan Pengobatan Gratis

Kritik ini bukan untuk menjatuhkan siapa pun. Justru kritik lahir karena masyarakat ingin melihat sepak bola Ende berkembang dengan sehat. Kompetisi yang berkualitas hanya dapat terwujud apabila semua pihak—panitia, perangkat pertandingan, pemain, pelatih, dan suporter—menjunjung tinggi nilai keadilan.

Baca Juga :  Gelar Operasi Gabungan, Sat Lantas Polres Ende Jaring Puluhan Kendaran Tidak Memiliki Kelengkapan

Peluit wasit harus menjadi simbol keadilan, bukan sumber kontroversi. Sebab ketika keadilan ditegakkan, siapa pun yang menang akan dihormati, dan siapa pun yang kalah akan menerimanya dengan lapang dada.

Sumber: Menitnusantara.com