Gotong royong tentu merupakan kekuatan masyarakat yang patut diapresiasi. Tetapi jangan sampai semangat gotong royong justru menjadi alasan bagi pemerintah untuk terlambat hadir.

Masyarakat mampu membantu dirinya sendiri bukan berarti negara boleh melepaskan tanggung jawab.
Justru ketika masyarakat bergerak secara swadaya, pemerintah seharusnya semakin terdorong untuk hadir, memperkuat, dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Jalan yang diperbaiki warga Rendu Ola bukan hanya persoalan jalan berlubang atau akses transportasi. Jalan itu menjadi simbol dari sebuah pertanyaan besar tentang kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
Warga sudah melakukan bagian mereka.
Mereka mengumpulkan dana. Mereka mengeluarkan tenaga. Mereka bekerja bersama. Mereka tidak menunggu semuanya datang dari pemerintah.
Kini pertanyaannya kembali kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah: kapan negara benar-benar hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat Rendu Ola?
Jangan sampai suara helikopter yang begitu jelas terdengar di langit justru berbanding terbalik dengan suara masyarakat di bawah yang masih menunggu bantuan.
Sebab masyarakat tidak membutuhkan sekadar kunjungan.
Masyarakat membutuhkan kehadiran nyata, bantuan nyata, dan kebijakan yang nyata. Rendu Ola telah menunjukkan bahwa rakyat bisa bertahan dengan kekuatan sendiri. Tetapi negara tidak boleh membiarkan rakyat terus-menerus bertahan sendirian.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










