Untuk menjaga kesinambungan pelayanan pastoral dan stabilitas Gereja lokal, Takhta Suci menunjuk Mgr. Christophorus Tri Harsono, Uskup Keuskupan Purwokerto, sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Bogor. Penunjukan ini bersifat sementara hingga Paus mengangkat uskup definitif yang baru. Administrator Apostolik bertugas memastikan roda pelayanan gerejawi tetap berjalan dengan baik tanpa mengubah arah kebijakan strategis keuskupan.
Keputusan pengunduran diri ini mendapat beragam tanggapan dari umat dan kalangan gerejawi. Banyak pihak menyampaikan rasa hormat atas ketulusan dan keberanian Mgr. Paskalis dalam mengambil keputusan yang tidak mudah, namun dilandasi oleh iman dan kesetiaan pada panggilan hidup religius.
Sebagai seorang imam Fransiskan, Mgr. Paskalis dikenal menghidupi nilai-nilai kesederhanaan, ketaatan, dan kedekatan dengan umat. Warisan pelayanannya tidak hanya tercermin dalam kebijakan pastoral, tetapi juga dalam teladan hidup yang konsisten antara kata dan tindakan.
Dengan diterimanya pengunduran diri ini, Gereja Katolik di Indonesia kembali diajak untuk merefleksikan makna kepemimpinan sebagai pelayanan, serta pentingnya ketaatan iman di atas kepentingan jabatan. Perjalanan pelayanan Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM, kini memasuki babak baru, sementara Keuskupan Bogor melangkah ke masa transisi dengan harapan dan kepercayaan pada penyelenggaraan ilahi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
