Indeks

Dari Lahan Kosong Menuju Kesuksesan, Mikel Edo Asa Buktikan Porang Jadi Harapan Baru Petani Romarea

(Ende-MenitNusantara) Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian, semangat dan kerja keras yang ditunjukkan Mikel Edo Asa, petani porang asal Desa Romarea, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, patut menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya generasi muda.

Pria kelahiran Malaara ini berhasil membuktikan bahwa pertanian masih menjadi sektor yang menjanjikan apabila dikelola dengan tekun dan penuh komitmen. Selama tiga tahun terakhir, Mikel mengembangkan budidaya porang dan kini telah menikmati hasil panen untuk ketiga kalinya.

Menurut Mikel, tanaman porang hingga saat ini masih belum banyak diminati masyarakat di Kecamatan Nangapanda. Namun, ia melihat komoditas tersebut memiliki prospek ekonomi yang sangat baik dan mampu membantu memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak-anaknya.

“Porang sudah menjadi kebutuhan pasar. Saya melihat peluang ini cukup besar. Selain perawatannya tidak terlalu rumit, biaya yang dikeluarkan juga relatif kecil dibandingkan hasil yang diperoleh,” ujarnya.

Tahun ini, Mikel berhasil memanen hampir lima ton porang. Dengan harga jual mencapai Rp10.000 per kilogram, hasil yang diperoleh cukup membantu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Sebelum menekuni budidaya porang, Mikel merupakan petani kakao dan lada (merica). Namun, tingginya serangan penyakit pada tanaman kakao membuatnya mencari alternatif lain yang lebih menjanjikan.
“Dulu saya fokus pada kakao dan merica. Karena kakao banyak terserang penyakit, saya mencoba menanam porang. Ternyata hasilnya cukup baik dan memberikan harapan baru bagi keluarga,” katanya.

Keberhasilan yang diraih tidak membuatnya cepat berpuas diri. Mikel bahkan berkomitmen untuk memperluas areal tanam porang dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong yang masih tersedia.

“Saya ingin terus menambah luas tanam. Masih banyak lahan yang bisa dimanfaatkan. Daripada dibiarkan kosong, lebih baik ditanami tanaman yang memiliki nilai ekonomi,” ungkapnya.


Di tengah kondisi ekonomi yang semakin menantang dan harga kebutuhan pokok yang terus meningkat, Mikel mengajak para petani untuk lebih produktif memanfaatkan lahan yang dimiliki.

Exit mobile version