Indeks

Membuka Kegiatan Youth Camp MAPAN Tingkat Kabupaten Nagekeo, Simplisius Donatus Apresiasi Yayasan Plan International Indonesia

Ket foto : Para peserta kegiatan Youth Camp MAPAN.

Di sebutkan, salah satu faktor penghambat remaja perempuan dalam mengakses informasi ASRH adalah norma budaya dan aturan kesehatan, seperti larangan pemberian alat kontrasepsi bagi pasangan yang belum menikah. Hal ini, mengakibatkan petugas kesehatan tidak dapat membagikan informasi mengenai kesehatan reproduksi, dan remaja perempuan kehilangan akses terhadap pelayanan kesehatan yang benar.

Pemerintah Kabupaten Nagekeo, mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Plan International Indonesia, para orang tua, fasilitator desa, tenaga pendidik, serta semua pihak yang telah bekerja keras dalam membangun masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak Nagekeo. “Mari kita terus berjuang dan bekerja sama demi kesejahteraan generasi muda, agar mereka memiliki kendali atas hidupnya dan masa depannya,” pungkas Bupati Simplisius Donatus.

Sedangkan Pogram Implementasi Area Manager Plan Nagekeo, Kosmas Damianus, mengatakan  Youth Camp MAPAN merupakan program dengan sasaran utamanya adalah pembentukan karakter anak muda, dimana melalui kegiatan tersebut, memberi ruang bagi remaja untuk menampilkan kreatifitas, bakat dan kemampuan mereka dalam bidang seni dan olahraga serta kemampuan lainnya. “Hari ini adalah hari puncaknya, anak-anak diwisuda dan mereka adalah angkatan ke-9, “ungkapnya.

Kosmas Damianus juga mengapresiasi para remaja yang telah menyelesaikan serial diskusi modul MAPAN dalam rentan waktu 7 sampai 8 bulan telah mengikuti  69 kali pertemuan dalam serial diskusi. “Mereka didampingi fasilitator membahas misalnya bagaimana mereka dapat mengambil keputusan, bagaimana mereka berinteraksi sosial memasuki dunia kerja, bagaimana mereka menjadi pribadi dan kaum muda yang tangguh dan lain sebagainya” jelas Kosmin.

Mewakili Yayasan Internasional PLAN, Kosmas Damian menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari pemerintah sampai pada level bawah untuk memastikan anak-anak bisa bertumbuh menjadi generasi yang baik. Secara khusus kepada desa-desa yang sudah mengalokasikan anggaran desanya  untuk melaksanakan program  MAPAN. “Ada desa yang tahun ini sudah 5 tahun berturut-turut mengalokasikan dana desanya untuk program MAPAN dan paling banyak di Kecamatan Aesesa Selatan ada Desa Langedhawe, Desa Wajomara dan Desa Tengatiba,” katanya.

Selesai acara pembukaan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan dan perlombaan diantaranya Cerdas Cermat, Pertandingan Bola Kaki dan Bola Volly serta pengumuman juara dan penyerahan sertifikat lomba.

Untuk diketahui, kegiatan ini diawali dengan mengajak remaja-remaja usia 13 sampai 19 tahun baik yang bersekolah maupun yang  DO untuk mengikuti kegiatan selama 69 sesi. Kalau dalam rangkaian kegiatan itu biasa dilaksanakan 6 sampai 7 bulan berturut-turut setiap minggu dan di awal kegiatan, Kepala Desa dan Pemerintah Desa  mengundang orang tua dari remaja untuk sama-sama menyepakati kegiatan ini berlangsung selama 6 sampai 7 bulan atau selama 69 kali pertemuan.

Mereka didampingi oleh fasilitator. Bagaimana mengenal lingkungan keluarga, mengenali lingkungan desanya, mengenal lingkungan tempat bermainnya, mereka belajar tentang Kesehatan reproduksi,  bagaimana mental mereka diasah, bagaimana komitmen prinsip mereka dalam hidup sampai pada akhirnya mereka siap dan berkomitmen untuk memutuskan masa depannya sendiri berdasarkan potensi kepribadian dan karakter mereka. (Rian-Prokopim)

Exit mobile version