(Ngada-Menitnusantara.com) Warga Desa Lengkosambi Barat, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, menyuarakan protes keras terhadap sikap kepala desa yang dinilai tidak transparan dan cenderung tebang pilih dalam penyaluran berbagai program bantuan sosial.
Sejumlah warga mengaku kecewa karena pembagian bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT), bantuan perumahan, hingga bantuan pangan dinilai tidak adil dan tidak tepat sasaran.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa ada penerima bantuan yang sudah berulang kali mendapatkan bantuan, sementara warga lain yang dinilai lebih layak justru tidak pernah tersentuh bantuan sama sekali.
“Kami lihat ada yang sudah dapat bantuan tapi masih dapat lagi. Sementara kami yang belum pernah dapat, tidak diperhatikan. Ini sangat tidak adil,” ujarnya.
Lebih ironis lagi, warga menilai ada indikasi bahwa penerima bantuan justru berasal dari kalangan yang tergolong mampu, sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru diabaikan.
“Yang mampu malah dapat bantuan. Kami yang susah ini tidak pernah dapat. Ada apa sebenarnya?” keluh warga lainnya.
Kondisi ini memicu keresahan di tengah masyarakat dan menimbulkan dugaan kuat adanya praktik pilih kasih dalam pengelolaan bantuan desa.
Minta Bupati Ngada Bertindak Tegas
Warga mendesak Bupati Ngada untuk segera turun tangan dan menegur Kepala Desa Lengkosambi Barat agar menghentikan praktik yang dinilai merugikan masyarakat tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
