Indeks

Warga Masih Mengungsi, Puluhan Rumah di Kelurahan Dhawe Rusak Berat, Pemerintah Nagekeo Jangan Tutup Mata

Reporter : Rian Nulangi Editor: Rian Nulangi

Kondisi semakin sulit karena jaringan komunikasi dilaporkan terganggu. Warga mengaku kesulitan menghubungi keluarga maupun kerabat mereka. Selain itu, aliran listrik juga dilaporkan padam.

“Kami di sini ada yang di lapangan, ada juga yang di jalan. Sampai saat ini jaringan hilang, kami tidak bisa berkomunikasi dengan keluarga. Listrik juga mati,” ungkap warga.

Warga berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera datang ke Kelurahan Dhawe untuk melihat langsung kondisi masyarakat.

“Kami berharap pemerintah daerah maupun pusat turun langsung meninjau lokasi dan melihat kondisi kami. Banyak rumah yang hancur. Kami tidak tahu harus berharap kepada siapa lagi,” keluh warga.

Harap Gubernur dan Pemerintah Pusat Datang ke Dhawe

Warga juga mengetahui adanya agenda kunjungan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama sejumlah pejabat pemerintah pusat untuk melihat kondisi daerah terdampak gempa.

Mereka berharap kunjungan tersebut tidak hanya dilakukan di wilayah tertentu, tetapi juga menjangkau Kelurahan Dhawe yang disebut warga mengalami kerusakan cukup parah.

“Saya mendengar hari ini ada kunjungan Gubernur NTT dan beberapa menteri terkait. Kami berharap mereka datang sampai di sini dan melihat langsung kondisi kami,” kata seorang warga.

Kerugian material akibat kerusakan rumah dan fasilitas warga diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Namun, angka tersebut masih membutuhkan pendataan dan verifikasi resmi dari pemerintah maupun BPBD.

Gempa Dangkal Magnitudo 7,7

Gempa yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026) dilaporkan berkekuatan Magnitudo 7,7 dengan kedalaman sekitar 15 kilometer. Pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo.

Menurut Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB Prof. Irwan Meilano, gempa tersebut tergolong gempa dangkal dan memiliki kemiripan lokasi serta mekanisme dengan gempa Flores tahun 1992.

Gempa tersebut juga sempat memicu peringatan dini tsunami dari BMKG. Sejumlah wilayah kemudian mengalami gelombang tsunami, sementara masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap memperhatikan informasi resmi terkait gempa susulan dan kondisi kebencanaan.

Di tengah situasi tersebut, warga Kelurahan Dhawe berharap pemerintah bergerak cepat. Mereka meminta pendataan kerusakan, bantuan makanan dan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, serta tempat pengungsian yang layak segera diberikan kepada masyarakat yang terdampak.

Warga Dhawe kini menunggu satu hal: pemerintah hadir dan melihat langsung kondisi mereka. (Rian Nulangi)

Exit mobile version