(NAGEKEO-MenitNusantara.com) Yayasan SOS Children’s Villages Flores terus merespons kebutuhan masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo. Tidak hanya menyalurkan bantuan darurat, yayasan ini mulai mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk bersama-sama memikirkan pemulihan masyarakat dan fasilitas umum yang terdampak bencana.
Salah satu wilayah yang mendapat perhatian adalah Kecamatan Nangaroro. SOS Children’s Villages menyalurkan bantuan berupa sembako, perlengkapan bayi dan balita, kebutuhan ibu hamil serta bantuan bagi kelompok rentan, termasuk lanjut usia, penyandang disabilitas dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Director SOS Children’s Villages Flores, Grasianus Agimus Geor, kepada masyarakat Desa Riti dan wilayah lainnya yang terdampak gempa.
Namun, bagi SOS Children’s Villages, penanganan pascabencana tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan kebutuhan sehari-hari. Persoalan kerusakan fasilitas umum dan kebutuhan pemulihan masyarakat juga harus menjadi perhatian bersama.
Grasianus mengatakan, dalam masa emergency response, pihaknya akan melakukan pertemuan bersama para stakeholder di Kecamatan Nangaroro, termasuk para kepala desa, untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan menentukan langkah yang dapat dilakukan dalam proses pemulihan pascagempa.
“Kita berharap mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk para kepala desa, untuk bisa mengidentifikasi apa yang menjadi kebutuhan saat ini, baik jangka panjang maupun jangka pendek,” ujar Grasianus.
Menurutnya, selama melakukan respons darurat di wilayah Nangaroro, pihaknya menemukan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Kondisi geografis yang ekstrem membuat sejumlah persoalan pascagempa menjadi semakin kompleks.
Selain rumah warga yang mengalami kerusakan, sejumlah fasilitas umum juga terdampak, mulai dari jalan, sekolah, fasilitas kesehatan hingga bak induk penampungan air bersih.
“Selama emergency response beberapa hari ini, saya melihat banyak persoalan yang dialami masyarakat Nangaroro. Selain topografinya yang sangat ekstrem, banyak fasilitas umum yang juga terdampak, seperti jalan yang rusak, sekolah, fasilitas kesehatan, bak induk penampung air minum dan banyak lainnya. Ini memang membutuhkan banyak sentuhan,” katanya.
Grasianus menegaskan, pemulihan pascagempa membutuhkan kerja bersama. Menurutnya, pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, lembaga sosial dan berbagai pihak lainnya dapat mengambil peran sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Kami akan melakukan apa yang bisa kami lakukan. Tetapi yang pasti, semua bisa mengambil peran. Bisa dari pusat, daerah, intervensi desa dan pihak lain seperti kami dari yayasan,” ungkapnya.
Bantuan Disertai Trauma Healing
Selain memberikan bantuan kebutuhan dasar, tim SOS Children’s Villages juga berupaya memberikan dukungan psikososial kepada masyarakat penyintas gempa.
Usai penyerahan bantuan, masyarakat diajak bernyanyi dan tertawa bersama. Suasana yang sebelumnya dipenuhi dengan cerita tentang bencana perlahan berubah menjadi lebih ceria.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya trauma healing, khususnya untuk membantu masyarakat dan anak-anak melewati masa sulit setelah gempa.
Bagi SOS Children’s Villages, pemulihan pascabencana bukan hanya soal membangun kembali rumah dan fasilitas yang rusak, tetapi juga membantu masyarakat mendapatkan kembali rasa aman dan semangat untuk bangkit.
Pemerintah Kecamatan Apresiasi SOS Children’s Villages
Mewakili Camat Nangaroro, Kepala Seksi Administrasi Pelayanan Publik, Yosep Mosa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada SOS Children’s Villages yang telah hadir dan membantu masyarakat terdampak gempa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
