Kekuatan Sebuah Relasi dan Persaudaraan
Sebagai putra Rajawawo yang saat ini bekerja di Ende, Fanci mengaku bersyukur memiliki keluarga, sahabat dan jaringan pertemanan yang memiliki kepedulian terhadap kampung halaman.
Ketika gempa mengguncang Flores, sejumlah teman yang berada di luar daerah langsung menghubunginya untuk menanyakan kondisi masyarakat dan perkembangan situasi di kampung. Dari komunikasi tersebut kemudian muncul dukungan untuk membantu warga yang terdampak.
«“Ketika mereka tahu ada gempa di Flores, mereka langsung menghubungi saya dan menanyakan perkembangan. Dari sana mereka memberikan support. Bagi saya, inilah cara kita membangun kebaikan. Relasi itu sangat penting. Ketika sesuatu kita rasakan, mereka juga ikut merasakan. Yang penting, kita tidak boleh sombong,” ungkapnya.»
Menurut Fanci, persaudaraan tidak mengenal jarak. Seseorang boleh bekerja dan tinggal jauh dari kampung halaman, tetapi ketika tanah kelahiran mengalami musibah, rasa memiliki dan kepedulian tetap harus dijaga.
Kebaikan yang Menular
Fanci berharap bantuan sembako yang disalurkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat Rajawawo Nua Mere yang masih menghadapi situasi sulit pascagempa.
Ia juga menyadari bahwa masih banyak masyarakat di berbagai wilayah yang membutuhkan bantuan. Karena itu, semangat gotong royong dan kepedulian antarsesama harus terus dipelihara.
Di tengah bencana, bantuan tidak selalu harus menunggu datang dari pemerintah, lembaga besar atau organisasi tertentu. Masyarakat juga dapat mengambil bagian sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Sebab, terkadang yang dibutuhkan seseorang bukanlah bantuan yang besar, melainkan kepastian bahwa masih ada orang yang peduli.
«“Kebaikan tidak pernah kehilangan nilai hanya karena dilakukan dengan sederhana. Sebab, bagi orang yang sedang membutuhkan, kepedulian kecil yang datang tepat waktu bisa memiliki arti yang sangat besar.”»
Bagi Fanci dan rekan-rekannya, membantu kampung halaman bukan sekadar tentang membagikan sembako. Lebih dari itu, ada pesan persaudaraan yang ingin disampaikan: bahwa dalam situasi sesulit apa pun, masyarakat Rajawawo Nua Mere tidak berjalan sendirian.
Dari kampung halaman, untuk kampung halaman. Dari persaudaraan, lahir kepedulian. Dan dari kepedulian, tumbuh harapan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
