Mgr. Bernardus menegaskan bahwa dampak serius akan dirasakan masyarakat adat dan keberlanjutan ekosistem hutan. Ia berharap seluruh gubernur dan bupati se-Tanah Papua menyatakan sikap tegas seperti Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, yang menolak program sawit.
“Pernyataan itu harus diikuti dengan tindakan nyata, termasuk penindakan terhadap oknum yang berusaha memberikan izin pengembangan hutan sawit,” tegasnya.
Isu pengembangan sawit di Papua memang menuai kritik luas, terutama dari masyarakat yang menggantungkan hidup pada tanah adat. Kekhawatiran semakin besar karena pengembangan sawit dikaitkan dengan bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh dan Sumatera. Masyarakat Papua takut program sawit akan melahirkan bencana serupa, yang pada akhirnya tidak menimpa para pengambil keputusan, melainkan masyarakat kecil. (Sumber Penakatolik.com)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
