Selain menjaga lingkungan, Mgr. Paul juga mengingatkan pentingnya kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial yang berkaitan dengan krisis ekologis, seperti kemiskinan, ketidakadilan, dan hilangnya ruang hidup masyarakat akibat kerusakan lingkungan.
Menurutnya, Gereja membutuhkan generasi muda yang tidak hanya aktif dalam kegiatan rohani, tetapi juga hadir di tengah masyarakat sebagai pembawa perubahan dan pelopor dalam merawat ciptaan.
Melalui Nusra Youth Day III, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh penguatan iman, tetapi juga membangun komitmen untuk menghidupi semangat pertobatan ekologis dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut menjadi ajakan bagi Orang Muda Katolik di Nusa Tenggara untuk mengambil peran nyata dalam menjaga keutuhan ciptaan. Dengan iman yang diwujudkan dalam tindakan, kaum muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan harapan bagi Gereja, masyarakat, dan lingkungan hidup.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
