“Kami hidup berdampingan langsung dengan tambang dan AMP. Debu masuk ke rumah, anak-anak sulit belajar, dan kami merasa tidak aman,” ungkap salah satu warga Podenura”.
Selain berpotensi mengganggu proses belajar mengajar serta kesehatan warga akibat dari debu. Aktivitas tambang galian C dan Asphalt Mixing Plant milik PT Bina Citra Teknik Cahaya juga saat ini sedang berada di lokasi bermasalah soal kepemilikan ulayat. Ujar Primus
Sementara itu salah satu tokoh masyarakat yang namanya tidak mau disebutkan media mengatakan bahwa pihaknya sudah pernah menyampaikan persoalan tambang galian C dan Asphalt Mixing Plant milik PT Bina Citra Teknik Cahaya di pemerintah. Karena dari aktivitas tambang tersebut sangat menggangu warga.
“Kita sudah sampaikan ke pemerintah daerah dan pihak gereja untuk segera merespon karena aktivitas ini akan berdampak pada ulayat dan kesehatan masyarakat. Ujarnya
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
