(Nangaroro-Menitnusantara.com) Aktivitas tambang galian C dan Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Bina Citra Teknik Cahaya di Desa Podenura, Kecamatan Nangaroro, menjadi perhatian masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Keberadaan kegiatan tersebut dinilai berada dekat dengan permukiman warga serta sejumlah fasilitas umum.
Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas pertambangan dan AMP terlihat beroperasi di area yang tidak jauh dari lingkungan tempat tinggal warga. Selain itu, lokasi tersebut juga berdekatan dengan fasilitas umum seperti Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), kantor desa, hingga mess guru.
Sejumlah warga mengaku mulai merasakan dampak dari aktivitas tersebut. Primus, salah seorang warga setempat, menyebutkan bahwa debu, kebisingan alat berat, serta meningkatnya lalu lintas kendaraan proyek menjadi hal yang cukup mengganggu.
“Kami hidup berdampingan langsung dengan tambang dan AMP. Debu masuk ke rumah, anak-anak sulit belajar, dan kami merasa tidak aman,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa selain persoalan lingkungan, terdapat kekhawatiran terkait status lahan yang disebut masih memiliki persoalan hak ulayat.
Hal senada disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya.
“Kami sudah menyampaikan ke pemerintah daerah dan juga pihak gereja, dengan harapan ada respon karena aktivitas ini dinilai berdampak pada masyarakat dan lingkungan,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
