Indeks

Kembali ke Rumah Asal, Gonzalo Muga Sada Kenang Masa Sulit Besarkan PAN di NTT

Ket Foto : Saat memberikan testimoni di hadapan Gubernur NTT Melki Laka Lena, Ketua PAN NTT terpilih Ahmad Yohan dan seluruh peserta Muswil, Gonzalo Muga Sada mengisahkan kembali perjuangannya membesarkan PAN di Bumi Flobamorata.

Selama dalam penjara, ada kesepakatan antara Eurico Guterres dan Gonzalo yang tidak boleh dilanggar. Kesepakatannya, setiap Minggu ketiga Gonzalo harus bertemu dengan Eurico di LP Cipinang.

“Cap, laptop, dan lain-lain semuanya ada di LP Cipinang, sehingga mohon maaf ada calon bupati dapat SK dari dalam penjara. Termasuk almarhum Laurens Bahang Dama yang mau jadi caleg DPR RI, kita omong dalam penjara karena pak ketua di dalam penjara,” ungkap Gonzalo yang membuat Gubernur Melki Laka Lena dan seluruh peserta Muswil tertawa terbahak-bahak.

Gonzalo juga membagikan kisah-kisah sulit saat mengendalikan PAN NTT selama dua tahun dua bulan. Dia mengelilingi NTT hanya dengan menggunakan sepeda motor. Bahkan dia pernah numpang bis untuk menghadiri musda di salah satu daerah.

“Pernah musda di Manggarai Barat, undangannya lebih banyak dari muswil ini. Ada banyak pejabat yang hadir. Di benak mereka, pasti Ketua DPW datang dengan mobil. Saya turun dengan bis Mandiri. Ketua DPD-nya bilang begini, pak ketua kalau mau naik bis, tolong omong-omong ke kami,” kenang Gonzalo.

Pada April 2008, Kembali ke Rumah Asal, Gonzalo Muga Sada Kenang Masa Sulit Besarkan PAN di NTT yang mengajukan peninjauan kembali (PK) ke MA, dibebaskan dari segala tuduhan. Keluar dari penjara, Eurico kembali pimpin PAN NTT. Eurico terpilih kembali menahkodai PAN NTT periode 2010-2015.

“Pemilu 2009, PAN di NTT dapat 24 kursi dan Pemilu 2014 bertambah lagi jadi 42 kursi,” sebut Gonzalo.

Kongres PAN di Bali pada 2015, terjadi pergolakan di tubuh PAN. Pergolakan di tingkat pusat merembes hingga ke daerah, termasuk di tubuh PAN NTT. Setelah kongres, ada perombakan kepengurusan DPW PAN NTT. Eurico Guterres dan Gonzalo kemudian hengkang dari PAN dan bergabung ke Partai Perindo.

“Pasti ada yang bertanya, pak Gonzalo selama ini ke mana?” lanjut Gonzalo.

Ibarat seorang pemain sepak bola, Gonzalo menyebut dirinya pernah dipinjam sementara oleh klub lain. Apesnya, setelah ikut membesarkan klub itu, dia tidak lagi dipakai sebagai pemain.

“Kalau teman-teman cerita suka duka, saya lebih parah. Saya Ketua Fraksi Perindo DPRD NTT periode 2019-2024. Kami punya 6 kursi. Saya juga Ketua DPD Perindo Ngada dengan 4 kursi di DPRD Ngada. Tapi mereka tinggalkan saya. Setelah bertemu lagi dengan partai lama, saya bilang selamat tinggal Perindo. Hari ini mereka juga selenggarakan muswil, mereka undang saya sebagai pembicara. Tapi saya bilang, saya bicara di PAN,” ungkap Gonzalo.

Jadi kalau omong biru, saya darah biru sejak dari dulu. Saya senang bisa bergabung kembali dengan partai ini,” pungkas Gonzalo Muga Sada. (Tim)

Exit mobile version