Indeks

Tokoh Muda Riung Tolak Penggunaan Nama “Festival Komodo Riung”, Nilai Kaburkan Identitas Daerah

Reporter : Rian Nulangi Editor: Tim

Ia menilai penggunaan nama festival seharusnya memperhatikan aspek sejarah, budaya, dan identitas lokal agar tidak menghilangkan karakter khas Riung yang telah dikenal luas.

Lebih lanjut, Pace Lendes berharap Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Pariwisata, bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Provinsi Nusa Tenggara Timur, dapat melakukan evaluasi terhadap penggunaan nama Festival Komodo Riung.

Menurutnya, promosi sektor pariwisata akan jauh lebih kuat apabila dibangun di atas identitas autentik masyarakat lokal, bukan dengan mengadopsi identitas yang telah melekat pada daerah lain.

“Promosi pariwisata akan jauh lebih kuat ketika dibangun berdasarkan identitas asli masyarakat lokal. Riung memiliki kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang layak diangkat sebagai identitas utama dalam setiap kegiatan promosi wisata,” tegasnya.

Pace Lendes yang saat ini berprofesi sebagai pengacara di Jakarta juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengedepankan prinsip penghormatan terhadap identitas lokal dalam setiap kebijakan pengembangan pariwisata.

Menurutnya, pembangunan sektor pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga harus mampu menjaga nilai-nilai budaya, kearifan lokal, serta identitas masyarakat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Membangun pariwisata bukan hanya soal mendatangkan wisatawan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita menjaga pariwisata lokal yang sudah dikenal hingga mancanegara dengan tetap mempertahankan kearifan lokal dan tidak menghilangkan identitas daerah,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari panitia penyelenggara maupun Pemerintah Kabupaten Ngada terkait alasan penggunaan nama “Festival Komodo Riung” sebagai nama kegiatan tersebut. Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait guna memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan. (Rian Nulangi)

Exit mobile version