Indeks

Orangtua Minta Pemda Nagekeo Hentikan Sementara Sekolah, Keselamatan Anak Jadi Prioritas di Tengah Gempa Susulan

Reporter : Rian Nulangi Editor: Rian Nulangi

“Jangan sampai pemerintah meminta masyarakat kembali ke rumah sementara kondisi belum benar-benar aman. Keselamatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah memperkuat komunikasi publik selama masa tanggap bencana. Menurutnya, masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai kondisi gempa, keamanan bangunan, lokasi pengungsian, serta langkah yang harus dilakukan apabila terjadi gempa susulan.

Warga Pesisir Nangadhero Ikut Khawatir

Kekhawatiran serupa disampaikan Marten, salah satu orangtua yang tinggal di wilayah Nangadhero.

Marten mengatakan kondisi masyarakat di wilayah pesisir perlu menjadi perhatian khusus pemerintah, terutama karena sejumlah rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa.

“Kita masih dalam kondisi bencana, tetapi disuruh pulang ke rumah. Bagaimana dengan kami yang di Nangadhero, dekat dengan pantai? Hampir semua rumah warga sudah ambruk, baru disuruh pulang ke rumah,” ungkap Marten.

Menurutnya, masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan atau berada di lokasi yang dinilai berisiko seharusnya mendapatkan arahan yang jelas mengenai tempat aman untuk mengungsi.

Ia berharap pemerintah tidak sekadar meminta warga kembali ke rumah, tetapi terlebih dahulu memastikan keamanan tempat tinggal dan memberikan informasi berdasarkan hasil asesmen di lapangan.

“Semestinya masyarakat yang rumahnya rusak diarahkan untuk tetap berada di tempat yang aman sampai kondisi membaik. Kalau pemerintah belum bisa memberikan bantuan, setidaknya berikan informasi yang benar dan menenangkan agar warga tidak semakin panik dan stres,” katanya.

Dinas Pendidikan Diminta Segera Ambil Keputusan

Para orangtua berharap Pemerintah Kabupaten Nagekeo, khususnya Dinas Pendidikan, segera melakukan koordinasi dengan BPBD, pihak sekolah, serta instansi terkait untuk mengevaluasi kondisi seluruh fasilitas pendidikan yang terdampak gempa.

Mereka meminta kegiatan belajar mengajar tatap muka untuk jenjang TK, SD, dan SMP dipertimbangkan untuk dihentikan sementara atau dialihkan ke pembelajaran dari rumah sampai terdapat kepastian mengenai keamanan sekolah dan perkembangan aktivitas gempa.

Bagi para orangtua, keputusan mengenai sekolah bukan semata persoalan aktivitas pendidikan, tetapi menyangkut keselamatan anak-anak di tengah situasi bencana yang belum sepenuhnya berakhir.

Mereka berharap pemerintah mengambil keputusan berdasarkan kondisi lapangan, informasi resmi BMKG, serta hasil pemeriksaan terhadap bangunan sekolah dan fasilitas publik lainnya.

Keselamatan anak-anak dan masyarakat, menurut mereka, harus menjadi pertimbangan utama sebelum aktivitas kembali berjalan normal.

Exit mobile version