Indeks

Tokoh Ulayat, Pelaku UMKM dan Masyarakat Kompak Dukung Pembangunan Indomaret di Nangaroro

(NANGARORO-Menitnusantara.com) Dukungan terhadap rencana pembangunan gerai Indomaret di Kelurahan Nangaroro, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo terus menguat. Selain dinilai mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), kehadiran investasi tersebut juga diyakini dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Tokoh masyarakat RT 10, Marten Tenga, menyatakan dukungannya terhadap pembangunan Indomaret di Nangaroro. Menurutnya, di tengah keterbatasan anggaran daerah, kehadiran investasi swasta dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.

“Kami sangat mendukung pembangunan Indomaret di Nangaroro. Selain membantu meningkatkan PAD, kehadiran Indomaret juga akan membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal, baik saat proses pembangunan maupun ketika mulai beroperasi nanti,” ujarnya.

Masyarakat Nangaroro Mendukung Pembangunan Indomaret.

Dukungan serupa disampaikan tokoh masyarakat RT 11 yang juga merupakan pelaku UMKM Kelurahan Nangaroro, Ignasius Goa. Menurutnya, pembangunan merupakan bagian dari kemajuan daerah yang perlu didukung bersama.

“Kalau setiap ada pembangunan kita selalu menolak, bagaimana daerah kita bisa maju? Di era keterbukaan dan persaingan seperti sekarang, pelaku usaha kecil harus terus berinovasi agar tetap mampu bersaing,” katanya.

Sebagai pelaku usaha, Ignasius mengaku tidak merasa khawatir dengan kehadiran Indomaret. Ia justru menilai persaingan usaha merupakan hal yang wajar dalam perkembangan ekonomi.

“Saya juga memiliki usaha, tetapi tidak takut dengan kehadiran Indomaret. Karena itu saya heran jika ada yang merasa takut. Jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang mendesain penolakan ini. Itu yang berbahaya,” ujarnya.

Terkait isu kedekatan lokasi pembangunan dengan pasar tradisional, Ignasius menilai hal tersebut tidak menjadi persoalan karena lokasi yang direncanakan cukup jauh dari pasar.

“Kalau kita lihat, jaraknya sekitar 400 sampai 500 meter dari pasar tradisional. Lagi pula Pasar Nangaroro merupakan pasar mingguan, sehingga tidak ada masalah,” katanya.

Ia menambahkan, kehadiran Indomaret tidak perlu dipandang sebagai ancaman bagi usaha kecil karena masyarakat akan memperoleh lebih banyak pilihan kebutuhan, sekaligus membuka peluang kerja bagi generasi muda.

Kanisius Roga, Selaku Tepu Seki Dheo Dhili Dan Pemilik Ulayat Tanah Ute di Kelurahan Nangaroro.

Dukungan juga datang dari Yeremias Ndewa yang juga merupakan anggota Lembaga Pemangku Adat (LPA). Ia menegaskan bahwa masyarakat pada prinsipnya tidak keberatan dengan pembangunan Indomaret selama perusahaan memberikan kesempatan kerja bagi putra-putri daerah.

“Kami mendukung kehadiran Indomaret. Yang penting anak-anak kami diberdayakan dan diberikan kesempatan bekerja di sana. Saya juga yakin perusahaan besar seperti Indomaret memiliki program CSR yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan dan kepentingan umum masyarakat,” ungkapnya.

Exit mobile version