Adin yang juga merupakan pemilik Kapal Ghazi mengusulkan agar tarif penyeberangan dinaikkan dari Rp15.000 menjadi Rp20.000 per penumpang. Menurutnya, angka tersebut masih terjangkau bagi masyarakat sekaligus dapat membantu keberlangsungan usaha transportasi laut.
“Kalau tarif dinaikkan menjadi Rp20.000, menurut saya itu sudah cukup ideal. Kami tidak meminta terlalu tinggi, hanya menyesuaikan dengan kondisi biaya operasional saat ini,” tambahnya.
Ia juga membandingkan tarif penyeberangan di Kabupaten Ende dengan sejumlah daerah lain di Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, tarif di beberapa wilayah lain bahkan sudah mencapai Rp25.000 atau lebih per penumpang.
“Coba lihat di daerah lain seperti Labuan Bajo menuju Pulau Rinca atau Kupang menuju Pulau Semau. Tarifnya sudah di atas Rp25.000, padahal ada yang jarak tempuhnya lebih dekat. Sementara di Ende masih Rp15.000,” ungkapnya.
Para pengusaha kapal berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi terhadap tarif penyeberangan agar tetap menjamin keberlangsungan layanan transportasi laut sekaligus memperhatikan kemampuan masyarakat sebagai pengguna jasa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
