Ia berharap kebutuhan bahan pangan seperti sayur-mayur, tomat, semangka, beras, dan komoditas lainnya dapat dipenuhi oleh petani lokal, sehingga manfaat ekonomi dari program tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Nagekeo dan Nusa Tenggara Timur pada umumnya.
“Jangan sampai kebutuhan dapur MBG justru didatangkan dari luar NTT. Ini kesempatan bagi petani lokal untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan mereka,” ujarnya.
Mantan pengurus pusat PMKRI yang sekarang menjadi Bendahara Partai NasDem Kabupaten Nagekeo tersebut menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton di daerah sendiri ketika peluang ekonomi sedang terbuka lebar.
“Kita tidak boleh menjadi penonton di daerah kita sendiri. Saat ini banyak dapur MBG yang membutuhkan pasokan sayur, beras, buah-buahan, dan kebutuhan pangan lainnya. Peluang ini harus dimanfaatkan oleh petani dan kelompok tani lokal,” katanya.
Ia mengajak pemerintah, kelompok tani, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendorong peningkatan produksi pertanian lokal agar mampu memenuhi kebutuhan pasar sekaligus mendukung keberhasilan Program MBG di daerah.
“Kalau kita bergerak bersama, saya yakin Nagekeo mampu menjadi daerah yang mandiri pangan sekaligus menjadi pemasok utama kebutuhan program MBG,” pungkasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
