Indeks

Anak Sapi Mati dalam Kandungan Akibat Gempa, Fransiskus Berjuang Selamatkan Induknya

Reporter : Rian Nulangi Editor: Tim

Jangkauan bantuannya bahkan tidak hanya di sekitar tempat tinggalnya. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan, Fransiskus bersedia datang hingga ke wilayah Maukaro.

Pernah Ditolak, Tetapi Tidak Berhenti Mengabdi

Ada satu bagian dari perjalanan hidup Fransiskus yang membuat kisahnya semakin menarik.

Ia pernah mencoba melamar pekerjaan sebagai tenaga lapangan di instasi pemerintah. Namun, kesempatan itu tidak berpihak kepadanya.

Menurut Fransiskus, salah satu kendalanya adalah dirinya tidak memiliki keluarga atau orang dalam di tempat tersebut sehingga akhirnya tidak diterima bekerja.

Namun, penolakan itu tidak membuatnya berhenti menggunakan ilmu yang dimilikinya.

Justru dari sana ia menemukan jalan pengabdiannya sendiri.

Ia tidak memiliki seragam khusus. Tidak pula bekerja di balik meja dengan jabatan resmi. Tetapi ketika masyarakat membutuhkan pertolongan untuk ternaknya, ia hadir dengan pengetahuan yang dimilikinya.

Baginya, ilmu akan menjadi lebih berarti ketika dapat digunakan untuk membantu orang lain.

“Saya mungkin tidak bekerja sebagai tenaga lapangan seperti yang saya harapkan dulu. Tetapi bagi saya, sudah cukup kalau ilmu yang saya punya bisa membantu orang lain,” ungkapnya.

Kisah Fransiskus menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak selalu harus berakhir dengan sebuah pekerjaan formal.

Ada ilmu yang mungkin tidak membawa seseorang ke sebuah kantor, tetapi justru membawanya dari satu kampung ke kampung lain untuk membantu sesama.

Ada pula keterampilan yang mungkin tidak membuat seseorang terkenal, tetapi sangat berarti bagi masyarakat kecil yang membutuhkan.

Di tengah bencana gempa yang mengajarkan banyak hal tentang kehidupan, Fransiskus menunjukkan satu hal sederhana: ketika ilmu dipadukan dengan kepedulian, ia bisa menjadi pertolongan bagi sesama.

Dan mungkin, keberhasilan terbesar dari sebuah ilmu bukan ketika seseorang mendapatkan pekerjaan karena ilmu itu, tetapi ketika ilmu tersebut tetap hidup dan berguna bagi banyak orang.

Sumber: Menitnusantara.com
Exit mobile version