Menurut Djafar, pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat tali persaudaraan, tetapi juga momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Ende. Ia menegaskan bahwa Ende memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi Indonesia sebagai tempat lahirnya gagasan Pancasila oleh Proklamator Bangsa, Ir. Soekarno.
“Sebagai daerah yang memiliki jejak sejarah lahirnya Pancasila, masyarakat Ende harus terus menjaga persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong. Perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk terpecah, tetapi harus menjadi kekuatan untuk membangun daerah dan bangsa,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Djafar dan Uskup Paulus juga sepakat bahwa menjaga kerukunan antarumat beragama serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Hj. Djafar Achmad sendiri dikenal sebagai sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakat. Selama menjabat sebagai Bupati Ende periode 2019–2024, ia kerap turun langsung ke desa-desa untuk mendengar aspirasi warga dan memantau berbagai program pembangunan. Kedekatannya dengan masyarakat menjadikan dirinya salah satu figur yang tetap mendapat tempat di hati banyak warga Ende, bahkan setelah tidak lagi menjabat sebagai kepala daerah.
Silaturahmi tersebut menjadi simbol penting bahwa semangat persaudaraan, dialog, dan kebersamaan tetap harus dijaga demi mewujudkan Kabupaten Ende yang damai, maju, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
