(Ende-Menitnusantara.com) Ketua Satgas Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (FP-NTT) Nasional, Paskalis Towari, mengecam keras dugaan pengrusakan fasilitas SD Negeri Wolomoni di Desa Niawula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, yang terjadi saat proses persiapan pembangunan KDKMP pada Jumat (5/6/2026).
Menurut Paskalis Towari, sekolah merupakan tempat belajar yang harus dilindungi karena menjadi ruang pembentukan karakter dan masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu, tindakan yang berpotensi merusak fasilitas pendidikan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.
“Kami selalu mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, dukungan tersebut tidak berarti membenarkan tindakan yang merugikan masyarakat, terlebih jika menyangkut fasilitas pendidikan yang digunakan anak-anak untuk belajar,” tegasnya.
Paskalis menegaskan bahwa pembangunan harus dilaksanakan melalui mekanisme yang baik, transparan, dan melibatkan masyarakat. Menurutnya, pembangunan yang ideal adalah pembangunan partisipatif, yakni pembangunan yang memberikan ruang kepada masyarakat untuk terlibat secara aktif sejak tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi.
“Apapun program pemerintah, kami mendukung. Tetapi prosesnya harus dilakukan dengan cara yang baik dan sesuai aturan. Pembangunan partisipatif merupakan proses pembangunan yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi program pembangunan,” ujarnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
